Yohanes Chandra Ekajaya Waralaba Menjaga Rasa

Bisnis kuliner semakin bertumbuh di Makassar. Termasuk yang bersistem Jranchise atau waralaba. SANGAT seringkita mendengar peluncuran outlet makanan-minuman yang brand- nya sudah dikenal lebih dahulu. Dari yanglokal Indonesia hingga merek luar negeri. Ilal itu juga yang menjadi indikasi makin sengitnya persaingan.

franchise

Bagaimana para waralaba menjaga eksistensinya? Rumah Makan Wong Solo memilih merampingkan daftar menu. Jika sebelumnya ada 60 item, kini berkisar 30 hingga 40 item. Makin banyaknya kompetitor membuat penguatan kualitas mesti terus dilakukan.

Pimpinan Cabang Wong Solo Makassar, Didik mengatakan pihaknya memang tonjolkan rasa. Belasan tahun hadir di kota ini, menu terus menyesuaikan dengan lidah orang Makassar. Misalnya, kata dia, menghadirkan masakan yang asam dan pedas.

bisnis waralaba Yohanes Chandra Ekajaya

Langkah itu, kata dia, yang membuat pelanggan tetap betah memilih Wong Solo. “Yang menonjol di kami adalah ayam bakar tetapi menggunakan ayam kampung. Kualitas dan ukuran ayam Idta pertahankan,” ujarnya.

Soal brand W’ong Solo yang sudah dikenal luas, Didik mengaku itu juga berpengaruh. Sebab, jika satu kali saja orang mencicipi dan dianggap tidak bagus, pasti akan ditinggalkan ketika mendapati brand yang sama di tempat lain,” ucapnyanya.

Waralaba BlackCanyon Coffe di Makassar juga merasakan betapa merek sangat menopang. Akan tetapi, itu saja kini dianggap tak cukup.

franchise Yohanes Chandra Ekajaya

Restaurant Manager Black Canyon J1 Hertasning Makassar, Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan semakin ramai Jranchise semakin bagus. Namun, untuk bisa survive (bertahan), Black Canyon tetap menjaga standar. Apalagi, konsep masing-masing coffee shop berbeda.

“Selama konsisten, kami tidak mengkhawatirkan pesaing baru. Semisal, memang kita tajuknya Black Canyon Coffee Shop, tetapi kita juga full restoran. Menu makanan komplet Ini yang tidak dimiliki tempat lain,” jelasnya.

Selain itu, lanjurnya, konsep yang diberikan pihaknya adalah pelayanan. Pihaknya enggan membiarkan pembeli mengambil sendiri pesanannya.

Chika sapaan akrabnya, mengaku brand sangat berpengaruh terhadap penjualan. Itu sangat kuat, apalagi dengan karakter orang Makassar yang dinilainya masih brand minded. “Ini faktor prestisenya, bukan faktor kopinya. Brand yang kuat orang selalu cari,” ucapnya.

Waralaba kuliner memang semakin membanjiri Makassar. Jaringan-jaringan semisal Star-bueks, PakTjomot, Coffee Bean, J.Co, myKopi O, Coffee Toffee, dan banyaklagi masukdan bah -kan sudah ada yang membuka beberapa outlet. Rata-rata menggandeng partner pengusaha lokal Sulsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *