Yohanes Chandra Ekajaya Gunanya Motorsport Buat Apa? Gaya?

Siapa yang tidak suka apabila mengendarai motorsport, terutama kaum adam yang notabennya selalu ingin terlihat keren terutama saat berada di jalanan. Speedmania atau speedlover penunggang motor sport modern kadang lucu. Coba perhatikan di jalan, mereka pakai spion, tapi model lipat mirip kuping anjing doberman. Nah, masalanya spion itu memang bias dilipat, tapi saat mereka riding, posisinya tetap aja dilipat. Jadi, fungsinya buat apa bro? Gaya doang kah?

Yohanes Chandra Ekajaya Gunanya Motorsport Yamaha

Ayo ngobrol dengan bro Dendy Cipta S, pria penunggang Suzuki z1000 ini kedapatan sedang melipat spionnya saat riding. “Iya bro, terpaksa dilipat soalnya spion ini sangat lebar. Sedikit sulit di kala kita nyelip di kemacetan, yang lain muat tapi karena spion ini rada,lebar jadinya ketahan deh.”

Ini jelas jadi masalah. Pasalnya fungsi spion ya apalagi kalau bukan melihat situasi dan kondisi di belakang kita saat riding. “Dengan kebiasaan melipat spion ini, menunjukan bahwa si pengendara tidak mengindahkan keselamatan dirinya dan juga pengendara lain,” jelas Yohanes Chandra Ekajaya yang selalu konsen sebagai pengamat Safety Riding di kota-kota besar di negara ini.

Yohanes Chandra Ekajaya Gunanya Motorsport Suzuki

Yohanes Chandra Ekajaya yang aktif juga di Safety Riding Club ini menambahkan, “Saat riding kita melipat, spion, itu sangat membahayakan. Kenapa? Karena . kita tidak bisa memantau situasi belakang apabila ada kendaraan datang dengan cepat atau pada saat kita ingin berbelok. Boleh dilipat, apabila sedang parkir. Karena parkiran biasanya dipaksakan, sehingga besar kemungkinan spion rada mengganggu dan juga mencegah biar tidak patah.”

Banyak hal sebenarnya yang menjadi alasan para rider penggemar motorsport ini, salah satu alasan mereka ialah ingin seperti tokoh Boy di film Anak Jalanan yang selalu mengendarai motorsport kemana-mana dan selalu menang ketika berkelahi ini. Mereka menganggap bahwa ketika spion motor ditekuk maka kesan sporty pada sebuah motor sport tidak nampak, karena itu mereka memilih untuk menutupnya.

“Ya, kalau mau tampil gagah dan selalu menang ketika berkelahi jadi artis aja bro…” kata Yohanes Chandra Ekajaya ketika ia ditanya perihal bagaimana kesan anak jaman sekarang ketika mengendarai motorsport yang sedang ngetrend di jalanan negeri ini. “Pada dasarnya para konsumen yang membeli motorsport ini tidak paham, bahwa motorsport itu pada dasarnya tataplah motor, sebesar apapun CC nya tetap saja motor yang harus berhati-hati dalam menggunakannya,” tambah Yohanes Chandra Ekajaya lagi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *