Regulasi Harus Ramah Investasi

Regulasi Harus Ramah Investasi 2

Para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia menyampaikan pendapatnya kepada pemerintah supaya kebijakan dan regulasi pemerintah Indonesia ramah investasi. Sebab para investor nantinya tidak akan berani berinvestasi bila good will dari pemerintah tidak ada. Kasus yang dimaksud oleh para pengusaha ini adalah mengenai jasa penghubung transportasi secara daring. Sebab, beberapa waktu yang lalu pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan mengeluarkan revisi peraturan menteri perhubungan yang mengatur tentang pengembangan industri kreatif yang bergerak di ranah transportasi. Misalnya saja regulasi dan kebijakan yang terkait dengan penetapan tarif bawah taksi daring. Menurut salah satu pengusaha, Anggawira, menyatakan bahwa peraturan kementerian perhubungan tidak sinergi dan sejalan dengan visi dan semangat presiden Joko Widodo. Padahal pemerintah pusat mempunyai misi untuk memangkas inflasi dengan cara memotong beban komponen biaya yang tinggi, khususnya di sektor transportasi masyarakat. Selain itu juga untuk menumbuhkan serta mengembangkan industri kreatif.

Regulasi Harus Ramah Investasi

Para pelaku usaha start up menjelaskan bahwa mereka tidak sepakat dengan revisi peraturan kemenhub tersebut. Mereka justru khawatir dengan adanya revisi ini maka akan menimbulkan kecurigaan di salah satu pihak. Misalnya kecurigaan tentang model bisnis konvensional yang ingin memberangus bisnis yang berbasis industri kreatif. Sebenarnya, prinsip industri kreatif merupakan pengejawantahan dari ekonomi kerakyatan. Dengan diberlakukannya revisi kemenhub tersebut maka akan mematikan semangat wirausaha masyarakat yang sedang gencar-gencarnya tumbuh dan berkembang. Salah satu pengusaha daring, Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa revisi tersebut nantinya hanya akan menguntungkan korporasi besar konvensional. Nanti yang untung hanya investor saham di pasar modal dan segelintir dari pemilik korporasi. Sedangkan masyarakat yang bekerja sebagai sopir taksi konvensional hanya akan mendapatkan gaji seadanya. Beliau juga sepakat dengan langkah-langkah yang disarankan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang mendorong presiden Joko Widodo untuk menghapus tarif bawah taksi daring. Pengusaha Chandra Ekajaya menerangkan bahwa jika pemerintah menginginkan persaingan usaha yang sehat dan lebih memihak kepada konsumen, maka pemerintah harus mendukung para pelaku usaha industri kreatif yang memberikan harga yang lebih murah kepada konsumen.