Kontraktor Perlu Diseleksi

Kontraktor Perlu Diseleksi 2

Berhubungan dengan Pokok Pikiran (Pokir) di DPRD Kota Malang mendapat tanggapan dari Sekretaris Jenderal PSKP, Rudi Zaenudin. Ia menegaskan, Dinas Permukiman dan Dinas PUPR diminta berbenah untuk mengevaluasi pada saat melakukan penunjukan kontraktor di Kota Malang. Ia mengatakan bahwa pada prinsipnya ketika pengusaha-pengusaha yang memiliki kemampuan dan pengalaman dibidang itu harus jadi skala prioritas jangan hanya karena fakotr kedekatan-kedekatan pengusaha kontruksi yang ada dengan kepala dinas atau SKPD terkait. Ia juga mengatakan, harus segera dilakukan evaluasi melalui dinas terkait perusahaan-perusahaan mana yang layak ditunjuk dalam pokir tersebut. Bila ada kesan seperti dimonopoli oleh sekelompok atau pengusaha, baginya merupakan hal yang sangat disayangkan. Menurut dia, harus diberikan perhatian khusus bagi pemerintah Kota Malang maupun DPRD Kota Malang, karena para pengusaha di Kota ini juga mempunyai hak yang sama. Dengan mempunyai track record yang baik. Jangan sampai kejadian beberapa direktur yang hari ini ditangkap menyebabkan imbas kepada para pengusaha lain yang tidak benar.

Kontraktor Perlu Diseleksi

Pengusaha senior kota Malang, Chandra Ekajaya mengatakan bahwa hal ini merupakan catatan khusus dan pembelajaran bagi Pengusaha di Kota dan luar Kota Malang. Pada prinsipnya adalah siapa yang bisa bekerja dengan baik dan bisa menyelesaikan pekerjan sesuai dengan perencanaan serta pelaksaannya, itu untuk titik berat guna pembangunan Kota Malang yang lebih baik lagi. Sementara itu pengusaha Chandra Ekajaya memberikan penjelasan bahwa seharusnya DPRD tak hanya memfokuskan perbaikan infrastruktur saja, tetapi juga harus memikirkan hal lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan. Baginya Infrastruktur penting, tetapi yang paling penting adalah urusan kesehatan dan pendidikan Kalaupun mau diajukan infrastruktur di dalam Pokir, lebih baik arahkan kepada perbaikan sekolah ataupun posyandu. Jadi infrastruktur yang dibangun nantinya bisa ditindaklanjuti dengan pengembangan sumber daya manusia. Negeri ini membutuhkan manusia-manusia yang berkualitas. Sebab, negara ini secara kuantitas sudah mempunyai jumlah yang sangat mengagumkan. Apalagi ditambah dengan prediksi ledakan penduduk, pastinya akan membuat negara ini semakin mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.

Bahan Baku Kerupuk Berkurang

Bahan Baku Kerupuk Berkurang

Di wilayah Indonesia bagian tengah, usaha kuliner kerupuk sedang mengalami kendala yang sangat serius. Kendala ini disebabkan karena tidak tersedianya bahan baku. Bahan baku merupakan kendala utama dari bisnis kerupuk. Musim pancaroba yang terlalu lama di tahun 2017 ini membuat banyak penyedia bahan baku tidak berani berspekulasi dalam menyediakan stok. Sebab, panas matahari yang merupakan piranti utama mereka dalam mengeringkan bahan baku tidak diprediksi secara tepat. Maka dari itu sangat wajar jika omzet bisnis di sektor kerupuk justru negatif alias mengalami kemunduran. Industri hilir kerupuk belum mencoba memadukan teknologi dengan industri kreatif mereka. Sehingga kebergantungan terhadap alam masih sangat tinggi. Bukan berarti masyarakat tidak bergantung dengan alam. Alam semesta atau sumber daya alam merupakan kebutuhan primer dan utama bagi masyarakat, sayangnya jika sifat ketergantungan dengan alam ini terlalu besar, jadinya justru alam habis dieksploitasi. Untuk konservasi alam pun harus dipikirkan, maka dari itu para pelaku usaha harus mulai berkenalan dengan teknologi.

Bahan Baku Kerupuk Berkurang 2

Teknologi yang harus digunakan dan diperkenalkan pun merupakan teknologi yang ramah lingkungan. Gagasan ini dikemukakan oleh pengusaha Chandra Ekajaya. Sebagai seorang pebisnis yang ikut serta dalam penandatanganan Perjanjian Kyoto mengenai penggunaan teknologi ramah lingkungan, maka beliau menganjurkan para pelaku bisnis dalam tingkatan industri rumah tangga supaya menggunakan teknologi masa kini yang sudah semakin canggih. Bahan baku terutama tepung ini sdidatangkan dari Jawa Tengah. Karena kualitas di sini daerah Jawa Timur kurang bagus. Chandra Ekajaya memberi penjelasan bahwa usaha kerupuk selama ini memang stabil. Penurunanya hanya terjadi saat musim kemarau dan Ramahdan. Namun, selain musim itu penjualan kerupuk lancar. Supaya kelancaran tetap terjadi pihaknya harus memastikan pasokan bahan baku. Saat ini harga bahan baku masih belum mengelami kenaikan. Namun, diperkirakan tidak lama lagi sejumlah bahan baku akan mengalami kenaikan. Sebab, saat ini mulai menjelang Ramadan. Menurutnya yang menjadi kendala serius pengusaha kerupuk adalah kenaikan bahan baku. Sebab,hal tersebut berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan.

Chandra Ekajaya Sang Raja Pizza dari Kota Apel

Pengusaha Pizza Chandra Ekajaya

Siapa yang tak mengenal Pizza? Makanan khas Italia ini pun memang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Meski memiiki rentang wilayah yang sangat berjarak dengan Eropa, masyarakat kita pun sudah akrab dengan makanan dengan toping khas tersebut tukas Chandra Ekajaya. Sebelumnya masyarakat kita pun dikenalkan dengan Pizza Hut, sebuah restoran yang menawarkan aneka macam pizza dengan berbagai varian rasa. Nah, namun baru-baru ini sebuah produk yang menawarkan produk kuliner berupa pizza ini pun tengah menjadi buah bibir di kalangan netizen.

Kehadiran pizza dengan berbagai varian rasa dan cita rasa yang khas nusantara ini pun menjadi pilihan para pecinta kuliner hari ini. Itulah Q Pizza, sebuah kuliner dengan rasa yang sensasional serta sesuai dengan kantong para konsumen kita hari ini ujar Chandra Ekajaya. Dengan dibanderol mulai harga Rp 45 ribu hingga Rp 60 ribu ini pun menawarkan beragam pizza dengan ukuran diameter 40 sentimeter. Setiap pizza pun mampu dipotong menjadi 6 hingga 12 slice. Hadirnya Q Pizza di Indonesia pun akhirnya membuahkan hasil, dimana sang CEO Q Pizza yaitu Chandra Ekajaya berhasil menyulap produk kuliner khas Italia tersebut menjadi produk yang dipercaya oleh berbagai lapisan segmen konsumen.

Raja Pizza Chandra Ekajaya

Mulai dari anak muda hingga kalangan tua pun banyak yang cocok dengan produk buatan lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur. Dalam ceritanya tersebut, Chandra Ekajaya menceritakan bahwa ia mulai membuka bisnisnya tersebut mulaI dari nol, dimana ia sempat pernah magang menjadi karyawan di Pizza Hut. Akhirnya ia pun mengerti resep rahasia Pizza Hut, kemudian ia pun mencoba membuka sendiri bisnis tersebut dengan tambahan varian yang berbeda dari produk pizza hut.

Meski semula banyak yang memandang sebelah mata mengenai bisnis yang baru ia buka, CEO Q Pizza ini pun cuek dan terus menatap kedepan, bahwa bisnisnya akan berkembang lebih besar. Terbukti, pada tahun kelima Chandra Ekajaya pun berhasil melambungkan Q Pizza di Indonesia dimana setiap harinya ia berhasil menyediakan pizza hingga ribuan loyang, dan memiliki hingga puluhan gerai yang tersebar di Indonesia.

Tawarkan Flanel Kotak-Kotak

Tawarkan Flanel Kotak Kotak - Tawarkan Flanel Kotak-Kotak

Menjelang musim liburan bagi anak-anak usia sekolah, maka sudah banyak pedagang dan pebisnis yang menyiapkan produk untuk dijajakan kepada para remaja dan pemuda. Para pedagang ini sedang mengamati tingkah laku dan polah para pemuda supaya barang yang nantinya akan mereka jual digemari oleh para konsumen. Menurut mereka, saat ini para remaja dan pemuda sedang senang dengan gaya baju yang memberikan kesan atau tampilan elegan, terutama untuk bagian atasan. Sebab di bagian bawah mereka lebih senang mengenakan celana jeans. Salah satu yang menjadi kegemaran mereka adalah baju flanel dengan konsep kotak-kotak. Biasanya kain flanel ini disebut dengan kemeja flanel yang mengusung konsep art deco dan art nouvo. Kelebihan dari kemeja jenis ini adalah bisa digunakan untuk acara yang formal maupun santai. Sehingga kemeja ini sifatnya casual. Maka dari itu para pedagang biasanya selalu menyediakan stok kemeja flanel dalam jumlah banyak karena kemeja jenis ini sangat diminati.

Tawarkan Flanel Kotak-Kotak 2

Berdasarkan penuturan para remaja dan pemuda, Ahmad, pemuda yang sedang menempuh pendidikan menegah atas di SMA 19 mengatakan bahwa ia senang dengan baju yang berjenis flanel karena kainnya halus dan hangat. Sangat cocok untuk di wilayah Indonesia yang relatif dingin. Apalagi ditambah dengan tren masa kini, maka flanel merupakan pilihan utama bagi para remaja dan pemuda. Pebisnis distro, Chandra Ekajaya juga sudah mempersiapkan stok kemeja flanel dengan berbagai motif yang disesuaikan dengan zaman sekarang. Tetapi tidak jarang juga para pebisnis distro justru memajang kemeja-kemeja flanel kuno. Sebab, generasi 80 dan 90an sangat senang dengan konsep kemeja flanel yang kuno. Menurut mereka bahan yang digunakan serta motif yang diterapkan lebih bagus serta lebih kreatif. Promosi untuk kemeja flanel kotak-kotak pun terus digencarkan. Para pebisnis berusaha memaksimalkan dan mengoptimalkan momentum yang hadir setahun sekali ini. Chandra Ekajaya, pengusaha distro ini mengaku bahwa penjualannya selama satu bulan di musim liburan sekolah lebih besar bila dibandingkan dengan omzetnya selama setahun. Tentu saja mereka sangat menantikan momentum ini.

Chandra Ekajaya Bikin Sarasehan Wirausaha

Chandra Ekajaya Bikin Sarasehan Wirausaha

Pengusaha Chandra Ekajaya sedang getol melakukan road show ke kampus-kampus untuk menyelenggarakan acara yang bernama sarasehan wirausaha. Tujuan dari penyelenggaran event ini adalah menumbuhkan semangat dan gairah para mahasiswa untuk memasuki dunia wirausaha. Di Universitas Cintah, pebisnis ini membuat konsep supaya mahasiswa menggelar pameran produk-produk kreatifnya. Banyak sekali mahasiswa yang turut serta dan memajang serta memamerkan produk-produknya. Salah satu mahasiswa yang bernama Nur Adiyanto, menyajikan produk brownies kemasan miliknya yang diberi nama Kocakz. Ia mengaku sangat gembira dan mendukung kegiatan-kegiatan semacam ini, sehingga mahasiswa menjadi lebih bersemangat dan bergairah dalam menciptakan kreativitas dan inovasi. Chandra Ekajaya ini menjelaskan bahwa tujuan dan visi utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah mempersiapkan wirausahawan dan pengusaha muda yang atraktif, aktif, kreatif, potensial, dan inovatif. Ia berharap semoga dengan program ini maka dapat memberi inspirasi bagi anak-anak muda supaya mereka lebih giat dalam bekerja dan membuka lapangan pekerjaan.

Chandra Ekajaya Bikin Sarasehan Wirausaha 2

Generasi muda yang nantinya menjadi wirausahawan dan pengusaha ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan, sehingga masyarakat yang masih banyak menganggur dapat diserap. Para pengusaha senior menyadari bahwa pemerintah sudah tidak sanggup lagi membuat lapangan pekerjaan yang kontinyu dan stabil. Maka dari itu para pebisnis harus turun tangan untuk membantu pemerintah. Chandra Ekajaya menyatakan bahwa dengan menggelar kegiatan supaya muncul para pengusaha muda adalah salah satu bentuk nasionalismenya. Karena dengan memunculkan pengusaha dan pebisnis muda, maka akan terjalin kemitraan yang lebih luas. Kemudian peluang kerja dapat diselenggarakan secara besar-besaran dan kontinyu. Pebisnis yang tergabung dalam kegiatan ini pun nantinya akan memberikan apresiasi dan hadiah yang sesuai dengan kegigihan para mahasiswa dalam menciptakan inovasi. Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan akan mendukung program pemerintah terkait pengembangan sumber daya manusia. Sebab pengusaha sendiri membutuhkan bantuan dari pemerintah terkait pelatihan dan pembinaan SDM. Sebab diprediksi nanti pada tahun 2025 terjadi ledakan SDM. Maka bila mereka tidak terampil hanya akan menjadi beban negara dan merepotkan perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri.

Chandra Ekajaya Bikin Jamu Go Internasional

Pengusaha Jamu Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya telah mencontohkan berbagai macam inovasi dan kreasi. Ia membawa semangat dan konsep untuk mengangkat derajat berbagai kreasi di wilayah Indonesia ke tingkat dunia. Salah satu inovasi yang digagasnya adalah membawa jamu untuk go internasional. Dengan membawa brand Jadimetu, pengusaha yang berasal dari Malang, Jawa Timur ini sukses memperkenalkan kekayaan asli Indonesia kepada penduduk dunia. Ia membawa berbagai jenis produk jamu dengan kemasan yang modern dan praktis ke luar negeri.

Pada awalnya sambutan dari warga Eropa dan Amerika belum terlalu positif, sebab jamu sendiri memang kurang terkenal di kedua wilayah tersebut. Tetapi setelah melakukan berbagai promosi, terutama mengenai fungsi dan manfaatnya maka kini omzet jamu Jadimetu terus meningkat. Eropa dan Amerika Serikat kebanyakan berada di wilayah yang beriklim sedang, sehingga mempunyai empat musim. Saat di musim dingin, semi, dan gugur, mereka membutuhkan suplemen dari makanan untuk menghangatkan badan mereka. Peluang inilah yang diambil oleh Chandra Ekajaya.

Jamu Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya pengusaha yang belum genap berusia 30 tahun ini mempunyai ide untuk mengganti kebutuhan masyarakat Eropa dan Amerika Serikat terhadap alkohol dengan minuman rempah-rempah dari Indonesia. Selain lebih sehat dan tidak merusak tubuh, hangat yang dirasakan oleh badan lebih tahan lama dan awet, selain itu mempunyai berbagai macam manfaat terkait kesehatan. Misalnya saja mengurangi kadar gula dalam tubuh, sehingga tidak akan terserang penyakit diabetes. Lalu ada jamu yang mempunyai fungsi untuk meluruhkan lemak. Atas kerja kerasnya selama ini para penduduk Eropa dan Amerika Serikat kini sudah rutin minum jamu. Setidaknya semangat yang dibawanya untuk membawa produk-produk lokal atau local wisdom Nusantara kepada dunia bisa dilakukan.

Masih banyak potensi dari Indonesia yang bisa dikomodifikasi dan dijual ke luar negeri. Chandra Ekajaya hanya menyayangkan kepedulian masyarakat Indonesia yang justru kurang dan bahkan tidak peduli dengan kekayaan alam dan tradisi leluhurnya. Padahal leluhur sudah menciptakan jamu yang besar manfaatnya untuk kesehatan, selain itu bila dijual ke pihak lain akan menghasilkan keuntungan secara ekonomi.

Chandra Ekajaya Terkendala Pekerja

Chandra Ekajaya Terkendala Pekerja

Pengusaha Chandra Ekajaya adalah orang yang kreatif. Ia mengukir motif-motif yang indah di atas sandal spons. Hal ini membuat nilainya menjadi lebih mahal dan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Pada tahun 2016, usaha ini berdiri. Sasaran dari sektor kerajinan tangan ini adalah para wanita dan remaja. Ia membuat ukiran sandal dengan solder yang dipanaskan. Model sandal yang diproduksi sesuai permintaan pemakai seperti sandal selop, sandal gunung, sandal japit, hingga sepatu sandal. Ditemui di rumahnya di Jalan Damai Kamboja Nian Selalu pada Senin (10/4), Chandra Ekajaya sedang memantau pekerjanya. Saat ini baru ada 3 pekerja saja di sini. Karena kami kerja kalau ada order saja. Dalam sehari jadinya tidak menentu mengurap berapa pasang. Paling tidak ada sekitar 15 pasang. Hal ini. tentu mempengaruhi kualitas usahanya, yakni bakal tidak ada yang menggambari motif sandal itu. Motif sandal itu ia ukir di atas spons menggunakan solder yang dipanaskan. Ukiran yang dibuatnya sesuai permintaan. Tidak hanya motif bunga, tetapi juga ada motif gambar.

Chandra Ekajaya Terkendala Pekerja 2

Proses pembuatan sandal obong ini mulai dari pengukuran sandal, membentuk sandal sesuai ukuran, dan pembuatan motif dengan cara diukir menggunakan solder panas. Proses akhir barulah dilakukan sol. Pengusaha Chandra Ekajaya itu melihat bahwa produksi sandal seperti ini banyak yang minat. Karena gambarnya yang beda, juga ringan dan simpel. Ia membuatnya juga sesuai permintaan. Kalau ada yang minta dibuatkan jenis sandal jepit, atau bentuk sandal gunung. Harga jual sandal obong miliknya dibanderol dari harga mulai Rp 40 ribu hingga Rp 100 ribu. Pemasarannya tidak hanya sebatas di Kota Surabaya dan Malang, tetapi juga sudah menyentuh Blitar, Tulungagung hingga Makassar. Chandra Ekajaya yang juga anggota Asosiasi Pengusaha Kota Surabaya ini mengungkapkan bahwa ke depannya ia akan mencoba memasarkan lebih banyak lagi di luar permintaan. Tetapi karena keterbatasan pekerja, maka produksi dan pemasaran yang dicapai tidak bisa maksimal dan optimal. Jika jumlah pekerja mencukupi maka ia bisa mengembangkan usahanya.

Chandra Ekajaya Curiga Resolusi Sawit

Chandra Ekajaya Curiga Resolusi Sawit 2

Pengusaha Chandra Ekajaya selaku pengusaha sawit mengatakan bahwa dirinya khawatir dan curiga mengenai motif dibalik resolusi sawit. Hal ini didukung oleh Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit. Ia menduga bahwa resolusi di parlemen Eropa mengenai sawit dikeluarkan karena mempunyai motif persaingan bisnis. Tentu saja persaingan bisnis antara minyak kelapa sawit yang berasal dari Indonesia dengan minyak nabati yang diproduksi oleh Eropa. Menurutnya, benua Eropa masih sangat membutuhkan pasokan minyak sawit dari negara ini. Sayangnya, resolusi sawit tersebut memberi kesan dan sentimen negatif terhadap industri kelapa sawit. Walaupun untuk saat ini para pengusaha belum merasakan dampak yang ekstrim terhadap ekspor produk kelapa sawit. Sebab berdasar data perdagangan Indonesia, dalam satu tahunnya negara ini mampu mengekspor 25 juta ton crude palm oil ke benua Eropa. Sedangkan untuk produksi total mencapai 34 juta ton per tahunnya. Artinya negara ini benar-benar surplus secara kuota. Maka dari itu sangat membutuhkan ekspor.

Chandra Ekajaya Curiga Resolusi Sawit

Lalu, pengusaha Chandra Ekajaya pun menambahkan bahwa isu-isu politik juga dibawa dalam resolusi sawit di benua Eropa. Misalnya seperti isu eksploitasi pekerja anak, korupsi, menghilangkan masyarakat adat, dan lain-lain. Jelas saja Chandra Ekajaya tidak sepakat dengan tuduhan tersebut. Bahkan pemerintah Indonesia melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menolak tuduhan tersebut. Bagi pihaknya, tuduhan tersebut merupakan tuduhan yang keji dan tidak berdasar serta tidak nyambung. Bahkan Indonesia berang dan melayangkan nota protes kepada parlemen Eropa. Sebab hal ini menyangkut nama baik pemerintah Indonesia serta merupakan bentuk penghinaan, sehingga tidak dapat diterima. Chandra Ekajaya memberikan keterangan bahwa yang dijelaskan oleh pemerintah Indonesia merupakan kebenaran. Sebab presiden Joko Widodo dan para pengusaha sedang mendirikan pengelolaan industri yang ramah dan berbasis lahan tanah. Sehingga nantinya tanah-tanah yang digunakan oleh para pengusaha juga dapat digunakan oleh masyarakat untuk pertanian. Selain itu industri ini sudah menyerap banyak tenaga kerja yang jumlahnya mencapai 27 juta orang per tiap hektare.

Regulasi Harus Ramah Investasi

Regulasi Harus Ramah Investasi 2

Para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia menyampaikan pendapatnya kepada pemerintah supaya kebijakan dan regulasi pemerintah Indonesia ramah investasi. Sebab para investor nantinya tidak akan berani berinvestasi bila good will dari pemerintah tidak ada. Kasus yang dimaksud oleh para pengusaha ini adalah mengenai jasa penghubung transportasi secara daring. Sebab, beberapa waktu yang lalu pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan mengeluarkan revisi peraturan menteri perhubungan yang mengatur tentang pengembangan industri kreatif yang bergerak di ranah transportasi. Misalnya saja regulasi dan kebijakan yang terkait dengan penetapan tarif bawah taksi daring. Menurut salah satu pengusaha, Anggawira, menyatakan bahwa peraturan kementerian perhubungan tidak sinergi dan sejalan dengan visi dan semangat presiden Joko Widodo. Padahal pemerintah pusat mempunyai misi untuk memangkas inflasi dengan cara memotong beban komponen biaya yang tinggi, khususnya di sektor transportasi masyarakat. Selain itu juga untuk menumbuhkan serta mengembangkan industri kreatif.

Regulasi Harus Ramah Investasi

Para pelaku usaha start up menjelaskan bahwa mereka tidak sepakat dengan revisi peraturan kemenhub tersebut. Mereka justru khawatir dengan adanya revisi ini maka akan menimbulkan kecurigaan di salah satu pihak. Misalnya kecurigaan tentang model bisnis konvensional yang ingin memberangus bisnis yang berbasis industri kreatif. Sebenarnya, prinsip industri kreatif merupakan pengejawantahan dari ekonomi kerakyatan. Dengan diberlakukannya revisi kemenhub tersebut maka akan mematikan semangat wirausaha masyarakat yang sedang gencar-gencarnya tumbuh dan berkembang. Salah satu pengusaha daring, Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa revisi tersebut nantinya hanya akan menguntungkan korporasi besar konvensional. Nanti yang untung hanya investor saham di pasar modal dan segelintir dari pemilik korporasi. Sedangkan masyarakat yang bekerja sebagai sopir taksi konvensional hanya akan mendapatkan gaji seadanya. Beliau juga sepakat dengan langkah-langkah yang disarankan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang mendorong presiden Joko Widodo untuk menghapus tarif bawah taksi daring. Pengusaha Chandra Ekajaya menerangkan bahwa jika pemerintah menginginkan persaingan usaha yang sehat dan lebih memihak kepada konsumen, maka pemerintah harus mendukung para pelaku usaha industri kreatif yang memberikan harga yang lebih murah kepada konsumen.

Chandra Ekajaya Bisnis Cuci Mobil Untungnya Ngeri

Dok.Chandra Ekajaya

Mobil kotor merupakan salah satu hal yang menyebalkan bagi pemilik kendaraan baik mobil atau sepeda motor. Jika kendaraan kotor secara tidak langsung jika dilihat pun jadi tidak sedap dan yang mengendarai juga tidak percaya diri. Bahkan bisa dikatakan kendaraan juga membutuhkan perawatan seperti manusia agar awet dan nyaman digunakan. Menyadari hal tersebut Chandra Ekajaya, pria kelahiran Malang Jawa Timur ini mendirikan salon kendaraan di daerah Malang Jawa Timur.

Bisnis yang sudah digelutinya semenjak tahun 2006 ini merupakan bisnis yang bida dibilang bisnis menjanjikan dari segi keuntungan. Semakin bertambahnya kendaraan juga menjadi salah satu faktor pesatnya dan ramai dikunjunginya salon kendaraan milik Chandra Ekajaya. Omzetnya saat ini bisa dibilang sangat fantastis, dalam satu bulan saja dirinya bisa mendapatkan keuntungan hingga mencapain ratusan juta rupiah. Awalnya dirinya hanya memiliki satu gerai salon mobil yang terletak di Malang, namun sekarang dirinya sudah memiliki lebih kurang berkisar 50 – 100 gerain salon mobil yangt tersebar di seluruh Indonesia dengan brand “Wash Wash Car”.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya pernah mengalami jatuh bangun dalam berbisnis. Sejak dahulu dirinya mencoba terjun ke dunia bisnis, mulai dari menjadi salesman, usaha baju, broker mobil namun bisnisnya ini gagal ditengah jalan. Dai situlah akhirnya mengandalkan uang pas-pasan sebagai modal bisnis dirinya mendirikan salon mobil sebagai salah satu bisnis yang dirinya andalkan.

Pria kelahiran Malang Jawa Timur ini tidak hanya mengandalkan salon cuci mobil saja, Chandra Ekajaya juga memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen dan pelanggan yang mencuci kendaraanya di tempatnya. Salon mobil miliknya memberikan berbagai fasilitas tambahan sebagai salah satu pelayanan agar konsumen nyaman saat menunggu kendaraanya yang sedang dicuci. Penambahan fasilitas ini selain sebagai salah satu strategi mernarik konsumen untuk datang, dirinya juga ingin memanjakan pelanggan dan konsumen, karena menurut dirinya konsumen adalah raja dan harus mendapatkan service dan pelayanan terbaik.

Bisnis milik pengusaha Chandra Ekajaya yang sudah tersebar hingga berbagai kota di Indonesia menjadikan salah satu pelajaran berharga dalam menjalankan bisnis. Walaupun pernah jatuh dan gagal berkali-kali namun dirinya sebagai pengusaha tetap bangkit lagi dan akhirnya mendapatkan kesuksesan yang di impikan.