Chandra Ekajaya Sang Raja Pizza dari Kota Apel

Pengusaha Pizza Chandra Ekajaya

Siapa yang tak mengenal Pizza? Makanan khas Italia ini pun memang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Meski memiiki rentang wilayah yang sangat berjarak dengan Eropa, masyarakat kita pun sudah akrab dengan makanan dengan toping khas tersebut tukas Chandra Ekajaya. Sebelumnya masyarakat kita pun dikenalkan dengan Pizza Hut, sebuah restoran yang menawarkan aneka macam pizza dengan berbagai varian rasa. Nah, namun baru-baru ini sebuah produk yang menawarkan produk kuliner berupa pizza ini pun tengah menjadi buah bibir di kalangan netizen.

Kehadiran pizza dengan berbagai varian rasa dan cita rasa yang khas nusantara ini pun menjadi pilihan para pecinta kuliner hari ini. Itulah Q Pizza, sebuah kuliner dengan rasa yang sensasional serta sesuai dengan kantong para konsumen kita hari ini ujar Chandra Ekajaya. Dengan dibanderol mulai harga Rp 45 ribu hingga Rp 60 ribu ini pun menawarkan beragam pizza dengan ukuran diameter 40 sentimeter. Setiap pizza pun mampu dipotong menjadi 6 hingga 12 slice. Hadirnya Q Pizza di Indonesia pun akhirnya membuahkan hasil, dimana sang CEO Q Pizza yaitu Chandra Ekajaya berhasil menyulap produk kuliner khas Italia tersebut menjadi produk yang dipercaya oleh berbagai lapisan segmen konsumen.

Raja Pizza Chandra Ekajaya

Mulai dari anak muda hingga kalangan tua pun banyak yang cocok dengan produk buatan lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur. Dalam ceritanya tersebut, Chandra Ekajaya menceritakan bahwa ia mulai membuka bisnisnya tersebut mulaI dari nol, dimana ia sempat pernah magang menjadi karyawan di Pizza Hut. Akhirnya ia pun mengerti resep rahasia Pizza Hut, kemudian ia pun mencoba membuka sendiri bisnis tersebut dengan tambahan varian yang berbeda dari produk pizza hut.

Meski semula banyak yang memandang sebelah mata mengenai bisnis yang baru ia buka, CEO Q Pizza ini pun cuek dan terus menatap kedepan, bahwa bisnisnya akan berkembang lebih besar. Terbukti, pada tahun kelima Chandra Ekajaya pun berhasil melambungkan Q Pizza di Indonesia dimana setiap harinya ia berhasil menyediakan pizza hingga ribuan loyang, dan memiliki hingga puluhan gerai yang tersebar di Indonesia.

Chandra Ekajaya Curiga Resolusi Sawit

Chandra Ekajaya Curiga Resolusi Sawit 2

Pengusaha Chandra Ekajaya selaku pengusaha sawit mengatakan bahwa dirinya khawatir dan curiga mengenai motif dibalik resolusi sawit. Hal ini didukung oleh Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit. Ia menduga bahwa resolusi di parlemen Eropa mengenai sawit dikeluarkan karena mempunyai motif persaingan bisnis. Tentu saja persaingan bisnis antara minyak kelapa sawit yang berasal dari Indonesia dengan minyak nabati yang diproduksi oleh Eropa. Menurutnya, benua Eropa masih sangat membutuhkan pasokan minyak sawit dari negara ini. Sayangnya, resolusi sawit tersebut memberi kesan dan sentimen negatif terhadap industri kelapa sawit. Walaupun untuk saat ini para pengusaha belum merasakan dampak yang ekstrim terhadap ekspor produk kelapa sawit. Sebab berdasar data perdagangan Indonesia, dalam satu tahunnya negara ini mampu mengekspor 25 juta ton crude palm oil ke benua Eropa. Sedangkan untuk produksi total mencapai 34 juta ton per tahunnya. Artinya negara ini benar-benar surplus secara kuota. Maka dari itu sangat membutuhkan ekspor.

Chandra Ekajaya Curiga Resolusi Sawit

Lalu, pengusaha Chandra Ekajaya pun menambahkan bahwa isu-isu politik juga dibawa dalam resolusi sawit di benua Eropa. Misalnya seperti isu eksploitasi pekerja anak, korupsi, menghilangkan masyarakat adat, dan lain-lain. Jelas saja Chandra Ekajaya tidak sepakat dengan tuduhan tersebut. Bahkan pemerintah Indonesia melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menolak tuduhan tersebut. Bagi pihaknya, tuduhan tersebut merupakan tuduhan yang keji dan tidak berdasar serta tidak nyambung. Bahkan Indonesia berang dan melayangkan nota protes kepada parlemen Eropa. Sebab hal ini menyangkut nama baik pemerintah Indonesia serta merupakan bentuk penghinaan, sehingga tidak dapat diterima. Chandra Ekajaya memberikan keterangan bahwa yang dijelaskan oleh pemerintah Indonesia merupakan kebenaran. Sebab presiden Joko Widodo dan para pengusaha sedang mendirikan pengelolaan industri yang ramah dan berbasis lahan tanah. Sehingga nantinya tanah-tanah yang digunakan oleh para pengusaha juga dapat digunakan oleh masyarakat untuk pertanian. Selain itu industri ini sudah menyerap banyak tenaga kerja yang jumlahnya mencapai 27 juta orang per tiap hektare.

Regulasi Harus Ramah Investasi

Regulasi Harus Ramah Investasi 2

Para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia menyampaikan pendapatnya kepada pemerintah supaya kebijakan dan regulasi pemerintah Indonesia ramah investasi. Sebab para investor nantinya tidak akan berani berinvestasi bila good will dari pemerintah tidak ada. Kasus yang dimaksud oleh para pengusaha ini adalah mengenai jasa penghubung transportasi secara daring. Sebab, beberapa waktu yang lalu pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan mengeluarkan revisi peraturan menteri perhubungan yang mengatur tentang pengembangan industri kreatif yang bergerak di ranah transportasi. Misalnya saja regulasi dan kebijakan yang terkait dengan penetapan tarif bawah taksi daring. Menurut salah satu pengusaha, Anggawira, menyatakan bahwa peraturan kementerian perhubungan tidak sinergi dan sejalan dengan visi dan semangat presiden Joko Widodo. Padahal pemerintah pusat mempunyai misi untuk memangkas inflasi dengan cara memotong beban komponen biaya yang tinggi, khususnya di sektor transportasi masyarakat. Selain itu juga untuk menumbuhkan serta mengembangkan industri kreatif.

Regulasi Harus Ramah Investasi

Para pelaku usaha start up menjelaskan bahwa mereka tidak sepakat dengan revisi peraturan kemenhub tersebut. Mereka justru khawatir dengan adanya revisi ini maka akan menimbulkan kecurigaan di salah satu pihak. Misalnya kecurigaan tentang model bisnis konvensional yang ingin memberangus bisnis yang berbasis industri kreatif. Sebenarnya, prinsip industri kreatif merupakan pengejawantahan dari ekonomi kerakyatan. Dengan diberlakukannya revisi kemenhub tersebut maka akan mematikan semangat wirausaha masyarakat yang sedang gencar-gencarnya tumbuh dan berkembang. Salah satu pengusaha daring, Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa revisi tersebut nantinya hanya akan menguntungkan korporasi besar konvensional. Nanti yang untung hanya investor saham di pasar modal dan segelintir dari pemilik korporasi. Sedangkan masyarakat yang bekerja sebagai sopir taksi konvensional hanya akan mendapatkan gaji seadanya. Beliau juga sepakat dengan langkah-langkah yang disarankan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang mendorong presiden Joko Widodo untuk menghapus tarif bawah taksi daring. Pengusaha Chandra Ekajaya menerangkan bahwa jika pemerintah menginginkan persaingan usaha yang sehat dan lebih memihak kepada konsumen, maka pemerintah harus mendukung para pelaku usaha industri kreatif yang memberikan harga yang lebih murah kepada konsumen.

Chandra Ekajaya Bisnis Cuci Mobil Untungnya Ngeri

Dok.Chandra Ekajaya

Mobil kotor merupakan salah satu hal yang menyebalkan bagi pemilik kendaraan baik mobil atau sepeda motor. Jika kendaraan kotor secara tidak langsung jika dilihat pun jadi tidak sedap dan yang mengendarai juga tidak percaya diri. Bahkan bisa dikatakan kendaraan juga membutuhkan perawatan seperti manusia agar awet dan nyaman digunakan. Menyadari hal tersebut Chandra Ekajaya, pria kelahiran Malang Jawa Timur ini mendirikan salon kendaraan di daerah Malang Jawa Timur.

Bisnis yang sudah digelutinya semenjak tahun 2006 ini merupakan bisnis yang bida dibilang bisnis menjanjikan dari segi keuntungan. Semakin bertambahnya kendaraan juga menjadi salah satu faktor pesatnya dan ramai dikunjunginya salon kendaraan milik Chandra Ekajaya. Omzetnya saat ini bisa dibilang sangat fantastis, dalam satu bulan saja dirinya bisa mendapatkan keuntungan hingga mencapain ratusan juta rupiah. Awalnya dirinya hanya memiliki satu gerai salon mobil yang terletak di Malang, namun sekarang dirinya sudah memiliki lebih kurang berkisar 50 – 100 gerain salon mobil yangt tersebar di seluruh Indonesia dengan brand “Wash Wash Car”.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya pernah mengalami jatuh bangun dalam berbisnis. Sejak dahulu dirinya mencoba terjun ke dunia bisnis, mulai dari menjadi salesman, usaha baju, broker mobil namun bisnisnya ini gagal ditengah jalan. Dai situlah akhirnya mengandalkan uang pas-pasan sebagai modal bisnis dirinya mendirikan salon mobil sebagai salah satu bisnis yang dirinya andalkan.

Pria kelahiran Malang Jawa Timur ini tidak hanya mengandalkan salon cuci mobil saja, Chandra Ekajaya juga memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen dan pelanggan yang mencuci kendaraanya di tempatnya. Salon mobil miliknya memberikan berbagai fasilitas tambahan sebagai salah satu pelayanan agar konsumen nyaman saat menunggu kendaraanya yang sedang dicuci. Penambahan fasilitas ini selain sebagai salah satu strategi mernarik konsumen untuk datang, dirinya juga ingin memanjakan pelanggan dan konsumen, karena menurut dirinya konsumen adalah raja dan harus mendapatkan service dan pelayanan terbaik.

Bisnis milik pengusaha Chandra Ekajaya yang sudah tersebar hingga berbagai kota di Indonesia menjadikan salah satu pelajaran berharga dalam menjalankan bisnis. Walaupun pernah jatuh dan gagal berkali-kali namun dirinya sebagai pengusaha tetap bangkit lagi dan akhirnya mendapatkan kesuksesan yang di impikan.

Chandra Ekajaya Himbau Bisnis Daring

Chandra Ekajaya Himbau Bisnis Daring

Pengusaha Chandra Ekajaya beberapa bulan terakhir ini menghimbau para pengguna internet. Para konsumen dan pelaku bisnis online diimbau untuk berhati-hati dan waspada agar tidak menjadi korban kejahatan dunia maya. Salah satunya adalah dengan berhati-hati dalam membagikan informasi melalui dunia maya, khususnya media sosial. Hal ini senada dengan yang diucapkan oleh Ketua Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, Firman Turmantara, di Bandung, Senin (3/4/2017). Pasalnya, menurut dia, kejahatan virtual saat ini bukan hanya menyerang institusi besar, tapi juga mulai mengarah pada perserorangan. Menurut kedua tokoh tersebut, saat ini tidak sedikit kejahatan siber yang terjadi karena kelalaian korban. Pengusaha ini mengakui bahwa sebagian besar kasus pembobolan data memang ditujukan pada institusi besar, khususnya yang menyangkut transaksi keuangan. Ada juga yang bermodus persaingan bisnis untuk menurunkan reputasi sebuah perusahaan besar. Tetapi bila melihat kondisi kekinian, bukan tidak mungkin pelaku bisnis online skala kecil dan perseorangan juga menjadi korban. Penyebabnya tidak selalu niat jahat orang, tapi karena kelalaian dan kesempatan.

Chandra Ekajaya Bisnis Daring

Beberapa kelalaian yang kerap dilakukan pelaku bisnis daring, khususnya yang masih menggunakan rumah pribadi sebagai tempat bekerja adalah memublikasikan alamat rumah. Selain itu nomor telepon, nomor rekening, dan informasi pribadi lainnya juga turut dipublikasi. Bahkan tidak jarang ketika promosi juga tanpa sengaja mempublikasikan nomor telepon milik konsumen atau data pribadi konsumen lainnya. Kalau tidak hati-hati hal seperti ini bisa disalahgunakan orang jahat. Pengusaha Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa potensi penyalahgunaan data juga pernah menimpa konsumen transportasi online, asuransi, dan bahkan kartu kredit. Salah satunya adalah penyalahgunaan nomor telefon konsumen oleh orang yang tidak bertanggung jawab atau oleh telemarketing produk asuransi lainnya. Maka dari itu Chandra Ekajaya menghimbau kepada pelaku bisnis daring supaya lebih berhati-hati. Jangan pernah membagikan password kepada orang lain, termasuk password email sekalipun. Apalagi kalau yang dibagikan adalah data akun, password dan informasi lain yang menyangkut bisnis yang dijalani. Intinya pengusaha daring harus berhati-hati.

Internet Untuk Bisnis

Internet Untuk Bisnis - Internet Untuk Bisnis

Internet saat ini merupakan kebutuhan yang mutlak. Kehidupan harian masyarakat saat ini tidak bisa dipisahkan dengan internet. Sumut Akbar Himawan Buchari, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya untuk memberdayakan internet dalam menumbuhkan, mengembangkan dan mengelola usahanya. Apalagi melihat gejala saat ini, terutama di kalangan anak-anak muda, mereka ini sudah sangat familiar dengan internet. Maka dengan memberdayakan internet, anak-anak muda setelah menyelesaikan pendidikannya, tidak perlu bingung untuk mendapatkan pekerjaan, apalagi berburu menjadi pegawai. Banyak pengusaha yang memberikan pencerahan dan sosialisasi tentang bisnis online ke masyarakat. Bahkan sekarang, bisnis-bisnis yang masih menganut sistem konvensional sudah mulai mengembangkan bisnis online. Jadi mereka memadukan bisnis offline dengan online, dan perkembangan teknologi telah membuka kesempatan kepada jutaan orang muda untuk terjun ke bisnis online, ujar Akbar. Hendra Arbie selaku pengusaha mengatakan bahwa dari tahun 2010 hingga 2017, pengguna internet mobile meningkat pesat.

Internet Bisnis

Pengusaha yang tertarik dalam pemberdayaan masyarakat menuju bisnis online adalah pengusaha Chandra Ekajaya. Sebagai murid literasi dari Bob Sadino, pengusaha nyentrik ini mempunyai strategi dan taktik yang berbeda dalam mengajak masyarakat untuk menjajal ataupun mentransformasikan bisnis konvensionalnya ke bisnis online. Pengusaha ini mengatakan ada banyak jenis usaha yang bisa dilakukan dalam dunia online. Misalnya saja yang paling gampang ialah berjualan menggunakan media sosial, yakni facebook dan instagram. Banyak sekali anak-anak muda yang memanfaatkan media sosial sebagai ajang jual dan beli. Pengusaha Chandra Ekajaya mengamati perdagangan yang terjadi secara online. Ia kemudian membuat beberapa analisis sehingga nantinya para pengusaha kecil dan menengah dapat menggunakan hasil analisisnya sebagai pijakan ketika masuk ke dalam bisnis tersebut. Modal yang dibutuhkan pun juga tidak terlalu tinggi. Meskipun berjalan dengan pelan, tetapi pengusaha yang berasal dari Malang, Jawa Timur ini yakin bahwa model dan gaya bisnis masyarakat Indonesia akan berubah menuju ke arah yang lebih baik. Sehingga masyarakat akan lebih sejahtera.