Chandra Ekajaya Jajal Jasa Bordir

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya saat ini sedang tertarik dengan salah satu usaha yang menurutnya akan menghasilkan keuntungan yang besar. Sektor usaha yang dimaksudkan olehnya adalah bisnis sablon pakaian dan jasa bordir. Sudah 10 hingga 20 tahunan lebih masyarakat Indonesia jarang mendengar mengenai model pakaian bordir. Bagaimanakah perkembangannya saat ini?

Dunia fashion saat ini memang sedang gandrung dengan model pakaian berbordir. Maka dari itu Great Border milik Chandra Ekajaya yang berasal dari Malang, Jawa Timur ini pun memaksimalkan kesempatan yang hadir ini. Tiga hari yang lalu ia mengadakan soft launching sekaligus soft opening. Menurut pengakuannya ini dilakukannya mendapatkan start lebih awal.

Dok.Chandra Ekajaya

Meskipun baru tiga hari beroperasi semenjak pembukaan, usaha bordir miliknya ini sudah menerima dua pesanan dalam skal yang sangat besar. Demi mendapatkan kepercayaan pelanggan, maka Great Bordir pun menerimanya karena tak kuasa untuk menolak. Beberapa alat untuk memenuhi kelengkapan serta kinerja pun didatangkan dari kota Jakarta. Beberapa pegawai dengan kemampuan yang sangat terampil pun sudah siap bekerja sejak hari pertama pembukaan.

Jenis atau model pakaian bordir yang diproduksi sebagian besar sudah dipersiapkan oleh Great Model, tetapi jika para pelanggan mempunyai model tersendiri maka para pegawai pun siap untuk mengerjakannya. Mengenai harga atau pun biaya yang harus dikeluarkan konsumen sangat tergantung dengan desain, model, dan jenis pakaian yang diinginkan.

Prioritas usaha pakaian sablon dan bordir ini adalah kualitas produk serta pelayanan. Pelanggan tidak perlu khawatir akan mendapatkan pengalaman pelayanan yang tidak mengenakkan, sebab semua pegawai di sini sangat mengutamakan servis kepada konsumen. Tetapi tentu saja, di Great Bordir ini harga pakaian bordir akan lebih murah jika konsumen membelinya dalam jumlah besar.

New Ertiga Diesel Hybrid Launching 10 Maret

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

PT Suzuki Buana Trada (SBT) sebagai main diler Suzuki akan meluncurkan unit baru dengan kendaraan disel yakni New Ertiga Diesel Hybrid di Atrium Siak, Mal Ska, Pekanbaru 10 Maret mendatang. Tak hanya itu, meski mobil belum di-launching, mobil ini sudah dipesan 30 unit.

Meski di-launching tanggal 10 Maret, namun sejak tanggal 8 Maret pihaknya telah memulai pameran hingga 12 Maret. Kehadiran New Ertiga Diesel Hybrid ini diharapkan dapat mendongkrak penjualan Suzuki mobil di Pekanbaru, Provinsi Riau. Alasannya, banyak keunggulan Diesel Ilybrid ini di kelas Low MPV, yakni dengan mesin diesel berteknologi hybrid.

Dok.Chandra EkajayaAda tiga pilihan warna New Ertiga Diesel Hybrid yakni superior white, granitegrey metallic dan silkysilver metalik, dengan harga on the road Pekanbaru Rp234 juta.

“Kami optimis New Ertiga Diesel Hybrid dengan keunggulan mesin diesel di kelas Low MPV ini dapat diterima masyarakat Pekanbaru, Provinsi Riau. Jadi catat tanggalnya, 10 Maret silakan kunjungi prosesi launching dan langsung nikmati kenyamanannya melalui test drive’,’ kata Kepala Wilayah SBT Riau, Agustan, Rabu(1/3).

Kehadiran Ertiga Diesel Hybrid ini diharapkan dapat mendongkrak penjualan Suzuki mobil di Pekanbaru. Alasannya, banyak keunggulan Diesel Hybrid ini di kelas Low MPV, yakni dengan mesin diesel berteknologi hybrid.

New Ertiga Diesel Hybrid ini menggunakan mesin diesel berkode D13A dengan kapasitas mesin 1300 cc DOHC, dan ditambah dengan teknologi DDiS (DieselDirectInjection System). Mesinnya sanggup mengeluarkan tenaga hingga 89 PS pada 4.000 rpm, dan torsi 200 Nm pada 1.750 rpm.

Chandra Ekajaya Usaha Martabak Unik

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Siapa si yang tidak mengetahui makanan yang satu ini martabak, makanan yang manis legit dan di dalamnya terdapat beraneka toping. Martabak sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu martabak manis dan martabak telor. Melihat peluang usaha bisnis martabak di Indonesia yang sangat diminati, Chandra Ekajaya kemudian membuka bisnis barunya untuk mengolah martabak manis namun dengan sajian yang berbeda.

Martabak Gendeng, merupakan brand yang dipilih oleh Chandra Ekajaya mewakili bisnis martabaknya ini. Bisnis ini berdiri pada tahun 2014, Kemudian Chandra Ekajaya untuk mengembangkan bisnis martabaknya ini, menawarkan kemitraan. Chandra Ekajaya mengatakan, saat ini ada hampir 20 gerai Martabak Gendheng yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia mulai dari Semarang, Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta dan kota lainya.

Dok.Chandra Ekajaya

Martabak Gendheng sendiri menjual martabak manis aneka topping. Namun dikombinasikan dengan  membuat empat jenis adonan, yaitu original, coklat, cappuccino, dan pandan. Topping yang digunakan pun bervariasi, seperti kurma, pisang, durian, kacang, cokelat, dan keju. Satu porsi martabak manis ukuran mini dibanderol Rp 5.000-Rp 10.000. Sedangkan ukuran besar seharga Rp 19.000-Rp 37.000 per porsi.

Pada awal beridrinya Martabak Gendheng Sebagai bentuk promosi, Chandra Ekajaya tidak mengenakan biaya royalti khusus untuk beberapa gerai pertama mitra. Sedangkan, gerai berikutnya akan dikutip biaya royalti sebesar 3 persen – 5 persen dari omzet bulanan.

Untuk masalah kemitraan, Chandra Ekajaya memberikan beberapa pilihan investasi mulai dari aitu berbiaya Rp 10 juta, Rp 20 juta, dan yang tertinggi mencapai Rp 40 juta.Dengan membayar nilai investasi tersebut, mitra mendapatkan booth berbahan aluminium, peralatan masak, seperti loyang, kompor, dan stoples, x-banner, bahan baku awal, seragam, dan pelatihan.

Chandra Ekajaya menuturkan bahwa satu gerai bisa menjual sekitar 100-250 porsi per hari. Jadi, setiap hari bisa mengantongi omzet berkisar Rp 2,5 juta-Rp 3 juta. “Tetapi, untuk awal usaha, biasanya mitra meraup omzet Rp 1 juta-Rp 2 juta per hari,

Chandra Ekajaya Targetkan Buka Usaha Produsen Kakao Terbesar

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Kali ini kerjaaan bisnis terbarunya yang bergerak di bidang kakao menargetkan menjadi produsen kakao terbesar kedua dunia. Produksi kakao akan ditingkatkan menjadi 1,5 juta ton per tahun. Hal ini diputuskan dalam rapat jajaran pemegang saham PT Chandra Ekajaya Group yang menaungi berbagai macam bisnis yang di jalankan Chandra Ekajaya.

Chandra Ekajaya mengatakan potensi kakao di Indonesia khususnya wilayah Sulawesi sebagai penghasil kakao terbesar dengan nilai sebesar 70% dari hasil skala nasional perlu untuk ditingkatkan kedepanya. Peningkatan ini dilakukan dengan melakukan beberapa peremajaan terhadap perkebunan rakyat dan milik pengusaha yang sudah ada.

Dok.Chandra Ekajaya

“Saat ini negara Indonesia masuk dalanm 5 besar penghasil kakao terbesar di dunia. Namun mana bisa  masuk 5 besar dengan jumlah produksi 1,5 juta ton kakao. Apalagi sekarang kurang dari 800 ribu ton, padahal lahan yang ada lebih dari cukup, ” ujar Chandra Ekajaya.

Menurut perhitungan dari Chandra Ekajaya, biaya peremajaan perkebunan kakoa khususnya di wilayah Sulawesi akan menggunakan kredit usaha rakyat (KUR). Pemberian KUR ini diharapkan akan mendorong produktifitas.Hal ini untuk meenggairahkan semangat para petani untuk menggarap lahan mereka.

“Saat ini  banyak penggunaan KUR lebih banyak di fokuskan di sektor perdagangan, kali ini akan lebih didorong ke produktivitas di samping itu diatur juga bagaimana peranan industri,” ujar Chandra Ekajaya.

Terlebih penggunaan dan pemberian KUR akan meringankan biaya para petani untuk pembelian bibit dan untuk operasional perawatan tanaman kakao. Rencana ini nantinya akan menggandeng beberapa pihak swasta dan pemerintah untuk semakin mempercepat tujuan tersebut tercapai.

“semua element harus ikut bersinergi agar tujuan yang akan di capai cepat terwujud, ini adalah bentuk nyata bahwa kami pengusaha juga ingin memajukan bangsa Indonesia bersama pemerintah” ujar Chandra Ekajaya.

Pencapaian Yohanes Eka Jaya Chandra Tahun 2016

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Yohanes Eka Jaya Chandra mendapatkan keuntungan yang berlipat di tahun 2016, kenaikan keuntungan yang didapat mencapai 90% dari Rp 300 miliar menjadi Rp 600 miliar.

Yohanes Eka Jaya Chandra juga tercatat memperoleh pendapatan sebesar Rp 5 triliun atau meningkat hampir 80% dibandingkan pendapatan pada tahun 2016 hanya mendapatkan pendapatan Rp 1,64 triliun. Pertumbuhan pendapatan tersebut diperoleh dari berbagai sektor seperti dari produkis pelumas Rp 1,5 triliun.

Sementara sisanya pendapatan berasal dari penjualan minyak mentah yang berkontribusi 36% atau senilai Rp 2 triliun. Penjualan gas alam  yang mencapai 1,5 triliun.

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Sementara laba kotor yang didapat Yohanes Eka Jaya Chandra di 2016 juga meningkat 100% menjadi Rp 1 triliun. Sehingga margin laba kotor mengalami kenaikan  Perolehan EBITDA juga naik signifikan sebesar 150% menjadi Rp 1,5 triliun, kenaikan beban usaha yang lebih rendah dibandingkan kenaikan pendapatan membuat margin EBITDA meningkat menjadi 25% dari sebelumnya sebesar 15%.

Sepanjang tahun 2016, WSBP juga berhasil membukukan nilai kontrak baru di berbgai sektor seperti kerjasama dengan beberapa perusahaan asing dan dalam negeri sebesar Rp 15 triliun meningkat 300% dibandingkan perolehan kontrak baru tahun 2015 yang hanya sebesar Rp 9 triliun.

Kontrak dari perusahaan minyak asing masih mendominasi perolehan kontrak di Yohanes Eka Jaya Chandra, seperti kontrak baru dengan perusahaan minyak dari Eropa yang mampu menyumbang kontribusi 60% terhadap total perolehan kontrak baru sepanjang tahun 2016.

“semuanya masih akan terus ditingkatkan pada tahun ini, tahun 2016 akan menjadi acuan untuk pengambilan kontrak baru dengan beberapa perusahaan asing dari Asia” ujar Yohanes Eka Jaya Chandra.

Yohanes Eka Jaya Chandra menargetkan pendapatan pada tahun ini berkisar anatar Rp 6-9 triliun dengan target perolehan laba bersih sebesar Rp 2 triliun, atau tumbuh masing-masing sebesar 63% dan 85%.  Semua ini tergantung dengan kesepakatan kontrak baru dengan perusahaan yang akan menjalin kerja sama.

Chandra Ekajaya Oil Salurkan Bantuan Korban Longsor

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Oil Kembali menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada korban bencana alam di desa Angin ribut. Bantuan diserahkan langsung kepada penanggung jawab pengungsian dan diterima di Posko Tanggap Darurat Bencana di Kantor Camat Angin Ribut.

Bantuan yang diberikan oleh Chandra Ekajaya Oil merupakan wujud nyata perusahaan dalam ikut membantu korban bencanan yang terjadi di Desa Angin Ribut. Dana yang disalurkan oleh Chandra Ekajaya Oil dengan total nilai uang cash Rp 50 juta dan juga beberapa bantuan lain seperti makanan, pakaian dan juga fasilitas MCK.

Chandra Ekajaya selaku pemilik Chandra Ekajaya Oil sebelumnya juga sempat memberikan bantuan untuk korban bencana berupa pakaian layak pakai sebanyak tujuh dus mie instant. puluhan dus air mineral dan sembako.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Oil memeberikan bantuan terhadap masyarakat Desa Angin Ribut yang terkena musibah Longsor. Bantuan yang diserahkannya langsung kepada kepala penanggung jawab pengungsian itu diharapkan mampu sedikit meringankan beban masyarakat yang terkena musibah.

“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan dapat memberi manfaat kepada seluruh masyarakat terutama yang terkena musibah bencana alam. Kami berharap saudara-saudara yang terkena bencana dapat segera bangkit kembali,” ujar Chandra Ekajaya.

Kejadian Longsor di desa Angir Ribut terjadi pada hari senin kemarin. Kejadian ini diakibatkan karena curah hujan yang tinggi di daerah tersebut juga dikarenakan kondisi kontur tanah yang berbukit dan juga labil. Akibat bencana tersebut setidaknya ada 50 rumah yang tertimbun longsor dan menyebabkan 5 orang tewas akibat longsor tersebut.

Sampai sekarang warga di ungsikan untuk menghindari kejadian susulan karena masih terjadi pergerakan tanah di kawasan tersebut, serta masih di lakukan terus pencarian korban yang tertimbun. Bantuan masih terus berdatangan mulai dari swasta dan juga pemerintah tak terkecuali dari Chandra Ekajaya Oil.

Chandra Ekajaya Oil Dapat Hak Istimewa

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Oil adalah perusahaan minyak dan gas di Indonesia. Chandra Ekajaya selaku pemilik Chandra Ekajaya Oil menilai, hak istimewa yang didapat oleh Chandra Ekajaya Oil disektor ekspor migas nasional merupakan hal yang wajar. Karena sekarang ini Chandra Ekajaya oil merupakan mitra dari berbagai pihak swasta asing dan juga sebagai salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia.

Saat ini Chandra Ekajaya Oil selaku produsen minyak mentah di Indonesia hanya mampu melakukan produksi sekitar 20 persen. Masih rendah dibandingkan dengan produsen minyak mentah negara lain yang porsi produksi domestiknya besar seperti Brazil 81 persen, Aljazair 78 persen, Norwegia 58 persen, dan Malaysia 47 persen.

Dok.Chandra Ekajaya

Pemberian hak istimewa terhadap Chandra Ekajaya Oil merupakan tekad dari pemerintah dan juga pihak swasta lainya untuk ke depannya mampu menjadi salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia dan juga memiliki punya nilai lebih dibandingkan saat ini. Salah satu Contoh hak sitimewa yang diberikan antara lain setiap kontrak yang akan habis (expired) Chandra Ekajaya Oil diberikan kemudahan dalam perpanjangan.

Banyak sekali manfaat dari pemberian hak istimewa ini bagi Chandra Ekajaya Oil, terlebih saat ini permintaan akan minyak mentah dunia sangat tinggi. Bahkan akhir-akhir ini Chandra Ekajaya Oil sudah memilki kesepakatan dengan beberapa negara di kawasan asia dan eropa. Chandra Ekajaya sebagai salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia menjadi tolak ukur kualitas di mata konsumen baik dalam dan luar negeri. Segala terobosan-terobosan baru serta kesepakatan yang dihasilkan akan diharapkan akan memberikan dampak positif.

Bagi Chandra Ekajaya pemberian hak istimewa ini merupakan tantangan tersendiri bagi Chandra Ekajaya Oil. Pemberian hak istimewa ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan jumlah produksi yang sebanding. Jangan sampai hal tersebut berbalik menjadi boomerang bagi Chandra Ekajaya Oil.

Chandra Ekajaya Hantaran Uang Kertas

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Bulan depan ini Chandra Ekajaya akan melangsungkan acara lamaran dengan calon istrinya. Saat ini ia sedang mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan semua acara prosesi pra dan pasca pernikahan. Ada banyak hal yang harus disiapkan, salah satunya hantaran. Hantaran pengantin adalah pemberian barang yang merupakan bentuk suatu penghormatan dari pihak pengantin pria kepada pihak pengantin wanita, yang juga merupakan ungkapan cinta dan rasa tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan calon istri yang akan dinikahi.

Hantaran pengantin sering disebut dengan seserahan atau peningset. Adapun isi dan bentuknya tergantung dari adat istiadat, kemampuan pihak pengantin pria dan permintaan pengantin wanita. Pada saat ini seiring dengan kemajuan jaman dan teknologi, hantaran pengantin telah mengalami transformasi tampilan maupun isi, dari yang tadinya hanya sebatas barang bawaan yang dikemas seadanya, menjadi barang yang disajikan lebih menarik tanpa mengurangi makna yang melandasi pemberian hantaran tersebut.

Dok.Chandra Ekajaya

Semakin kreatif orang yang menatanya maka akan menggambarkan kebahagiaan pengantin pria sehingga pengantin wanitapun akan bahagia pula dalam menerima pinangan untuk menjalin menjadi keluarga yang didambakan. Ada banyak bentuk hantaran, hantaran yang dipilih oleh Chandra Ekajaya adalah hantaran uang kertas. Dari segi bahan yang digunakan untuk menyusun hantaran bentuk ini ialah uang kertas sebagai bahan bakunya.

Alasan Chandra Ekajaya memilih hantaran uang kertas ialah karena proses pembuatannya yang gampang tidak ribet dan bahan bakunya berlimpah. Dengan hantaran uang kertas ini juga bentuk kreasi hantaran Chandra Ekajaya juga bisa mempunyai bentuk sesuai keinginannya. Kali ini Chandra Ekajaya mempunyai bentuk sebuah gambar sepasang burung yang sedang terbang. Untuk harga sendiri tergolong murah karena menyesuaikan bentuk dan jumlah uang kertas yang digunakan.

Chandra Ekajaya Ungkap Penampilan Uli Auliani di Film Skandal Sangat HOT

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Pengamat film sekaligus pemiliki rumah produksi MCE (Menteri Chandra Ekajaya prod.), yaitu Chandra Ekajaya sanjung bahwa penampilan aktris seksi Uli Auliani di film skandal sangatlah panas. Film yang dirilis pada tahun 2011 tersebut merupakan besuta sutradara Jose Poernomo, dimana pada film tersebut dibintangi oleh Uli Auliani dan Mario Lawalata.

Dalam film tersebut, Uli Auliani memerankan tokoh Mischa yang  jenuh dengan kehidupan rumah tangganya. Sang suami bernama Aron yang diperankan oleh Mike Lucock tersebut sibuk dengan pekerjaan anyarnya, dimana Aron lupa dengan kewajiban “menafkahi batin” sang istri. Kesibukan sang suami tersebut justru membuat perempuan satu itu berpikiran buruk, dimana Aron selingkuh dengan sekretarisnya (Laras Monca).

Namun kehidupan Mischa tersebut jauh lebih beruntung setelah kehadiran Vincent (Mario Lawalata), dimana lelaki bertato tersebut ternyata adalah mantan kekasih Mischa. Dulu, Vincent tak punya komitmen pernikahan, itu sebabnya Mischa memilih pergi.

Dok.Chandra Ekajaya

Dan anggapan si Aron yang mengaku telah selingkuh, membuat Mischa akhirnya lepas kendali. Mischa pun kemudian menemukan kebahagiaan lahir-batin. Hanya saja, Vincent saat ini jauh lebih posesif. Ulah Mischa sudah terlalu jauh. Mischa susah melepaskan diri dari Vincent.

Hidup Mischa, suaminya, anaknya, kebahagiaanya, kini di ujung tanduk. Sedikit penyesalan muncul di benak Mischa, “Aku telah mempertaruhkan sejuta kebahagiaan yang sudah kumiliki…

Chandra Ekajaya selaku kritikus dan pengamat film memberikan tanggapan mengenai film tersebut, dimana film Skandal garapan sutradara Jose Poernomo mengangkat mengenai konflik hidup. Selain sensualitas yang dijual layaknya film horror hari ini, Skandal pun hadir dengan kepercayaan diri dan memberikan sumbangsih untuk film drama panjang yang cukup memberikan nafas segara dalam dunia film Indonesia.

Chandra Ekajaya SKK

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya memiliki skandal di skk, dia menjadi kepala preman di sunan kuning kahuripan. Sunan kuning kahuripan merupakan tempat perjudian yang bebas. Disini semua orang bebas bermain judi. Chandra ekajaya merupakan seorang preman yang sangat dihormati oleh kawan – kawan yang lainya. Dia menjadi seorang preman dengan watak mengayomi. Namun beberapa waktu ini dia terlibat skandal yang mengharuskan dia dikirim ke jeruji besi.

Kawanya, broto memfitnah dia sebagai pembunuh sodaranya. Broto merupakan kawan yang sekaligus menjadi pesaingnya saat dia mendapatkan lahan parkir di daerah sunan kuning kahuripan. Broto sebenarnya sangat takut kepada Chandra Ekajaya, namun inilah saatnya untuk meNyingkirkan Chandra ekajaya dari sunan kuning kahuripan.

Dok.Chandra Ekajaya

Broto memfitnah bahwa yang membunuh adiknya adalah Chandra ekajya selaku penguasa sunan kuning kahuripan. Ini menjadi sebuah maslah yang sangat besar. Chandra ekajaya menjadi sangat murka dengan kejadian ini. Namun bagaimana Chandra ekajaya akan memmbalasnya? Chandra ekajaya memikirkan hal tersebut yang bahkan sungguh sangat susah dilakukan di dalam penjara. Jalan satu- satunya adalah menyuruh kawan lain untuk membalasnya. Ya Chandra ekajaya menginginkan broto di jeruji besi juga.

Skandal SKK adalah sesuatu yang tidak perlu, tentu ini sangat disayangkan bagi seorang Chandra ekajaya karena skandal tersebut telah mencoreng namanya dari preman yang elegan, preman yang bisa mengatur semuany tanpa dia melakukan kekerasan.  Baginya preman yang baik adalah yang mengandalkan 50% otak dan 50% kekuatan. Artinya seorang preman tidak hanya mengandalkan otaknya saja. Namun dia juga mengandalkan yang lainya seperti kekuatanya.

Sungguh sangat memalukan kini, bagaimana bisa nama Chandra ekajaya bisa sampai di telinga para polisi karena membunuh sodaranya broto. Skandal SKKsungguh sangat begitu memalukan. Tentunya saat Chandra ekajaya berada di penjara dia bingung mau melakukan apa,apalagi saat lahan parkiran dan daerah kekuasaan SKKitu diambil alih oleh broto.