Chandra Ekajaya Usaha Martabak Unik

Dok.Chandra Ekajaya

Siapa si yang tidak mengetahui makanan yang satu ini martabak, makanan yang manis legit dan di dalamnya terdapat beraneka toping. Martabak sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu martabak manis dan martabak telor. Melihat peluang usaha bisnis martabak di Indonesia yang sangat diminati, Chandra Ekajaya kemudian membuka bisnis barunya untuk mengolah martabak manis namun dengan sajian yang berbeda.

Martabak Gendeng, merupakan brand yang dipilih oleh Chandra Ekajaya mewakili bisnis martabaknya ini. Bisnis ini berdiri pada tahun 2014, Kemudian Chandra Ekajaya untuk mengembangkan bisnis martabaknya ini, menawarkan kemitraan. Chandra Ekajaya mengatakan, saat ini ada hampir 20 gerai Martabak Gendheng yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia mulai dari Semarang, Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta dan kota lainya.

Dok.Chandra Ekajaya

Martabak Gendheng sendiri menjual martabak manis aneka topping. Namun dikombinasikan dengan  membuat empat jenis adonan, yaitu original, coklat, cappuccino, dan pandan. Topping yang digunakan pun bervariasi, seperti kurma, pisang, durian, kacang, cokelat, dan keju. Satu porsi martabak manis ukuran mini dibanderol Rp 5.000-Rp 10.000. Sedangkan ukuran besar seharga Rp 19.000-Rp 37.000 per porsi.

Pada awal beridrinya Martabak Gendheng Sebagai bentuk promosi, Chandra Ekajaya tidak mengenakan biaya royalti khusus untuk beberapa gerai pertama mitra. Sedangkan, gerai berikutnya akan dikutip biaya royalti sebesar 3 persen – 5 persen dari omzet bulanan.

Untuk masalah kemitraan, Chandra Ekajaya memberikan beberapa pilihan investasi mulai dari aitu berbiaya Rp 10 juta, Rp 20 juta, dan yang tertinggi mencapai Rp 40 juta.Dengan membayar nilai investasi tersebut, mitra mendapatkan booth berbahan aluminium, peralatan masak, seperti loyang, kompor, dan stoples, x-banner, bahan baku awal, seragam, dan pelatihan.

Chandra Ekajaya menuturkan bahwa satu gerai bisa menjual sekitar 100-250 porsi per hari. Jadi, setiap hari bisa mengantongi omzet berkisar Rp 2,5 juta-Rp 3 juta. “Tetapi, untuk awal usaha, biasanya mitra meraup omzet Rp 1 juta-Rp 2 juta per hari,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *