Chandra Ekajaya Terkendala Pekerja

Pengusaha Chandra Ekajaya adalah orang yang kreatif. Ia mengukir motif-motif yang indah di atas sandal spons. Hal ini membuat nilainya menjadi lebih mahal dan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Pada tahun 2016, usaha ini berdiri. Sasaran dari sektor kerajinan tangan ini adalah para wanita dan remaja. Ia membuat ukiran sandal dengan solder yang dipanaskan. Model sandal yang diproduksi sesuai permintaan pemakai seperti sandal selop, sandal gunung, sandal japit, hingga sepatu sandal. Ditemui di rumahnya di Jalan Damai Kamboja Nian Selalu pada Senin (10/4), Chandra Ekajaya sedang memantau pekerjanya. Saat ini baru ada 3 pekerja saja di sini. Karena kami kerja kalau ada order saja. Dalam sehari jadinya tidak menentu mengurap berapa pasang. Paling tidak ada sekitar 15 pasang. Hal ini. tentu mempengaruhi kualitas usahanya, yakni bakal tidak ada yang menggambari motif sandal itu. Motif sandal itu ia ukir di atas spons menggunakan solder yang dipanaskan. Ukiran yang dibuatnya sesuai permintaan. Tidak hanya motif bunga, tetapi juga ada motif gambar.

Chandra Ekajaya Terkendala Pekerja 2

Proses pembuatan sandal obong ini mulai dari pengukuran sandal, membentuk sandal sesuai ukuran, dan pembuatan motif dengan cara diukir menggunakan solder panas. Proses akhir barulah dilakukan sol. Pengusaha Chandra Ekajaya itu melihat bahwa produksi sandal seperti ini banyak yang minat. Karena gambarnya yang beda, juga ringan dan simpel. Ia membuatnya juga sesuai permintaan. Kalau ada yang minta dibuatkan jenis sandal jepit, atau bentuk sandal gunung. Harga jual sandal obong miliknya dibanderol dari harga mulai Rp 40 ribu hingga Rp 100 ribu. Pemasarannya tidak hanya sebatas di Kota Surabaya dan Malang, tetapi juga sudah menyentuh Blitar, Tulungagung hingga Makassar. Chandra Ekajaya yang juga anggota Asosiasi Pengusaha Kota Surabaya ini mengungkapkan bahwa ke depannya ia akan mencoba memasarkan lebih banyak lagi di luar permintaan. Tetapi karena keterbatasan pekerja, maka produksi dan pemasaran yang dicapai tidak bisa maksimal dan optimal. Jika jumlah pekerja mencukupi maka ia bisa mengembangkan usahanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *