Chandra Ekajaya Sukses Bukan Keturunan

Pengusaha Chandra Ekajaya sangat tidak percaya kepada asumsi yang mengatakan bahwa kesuksesan merupakan bawaan turunan. Banyak yang bilang jika ayah atau ibunya merupakan orang kaya, maka anaknya pasti kaya. Jika orangtuanya merupakan pengusaha maka anaknya akan menjadi pengusaha. Seperti sudah menjadi hukum alam bahwa kesuksesan merupakan faktor keturunan, layaknya darah raja dan bangsawan. Tetapi pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini menjelaskan bahwa dirinya tidak percaya dengan mitos tersebut. Karena itu, meskipun ia lahir dari keluarga miskin, ia mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses. Hal tersebut ia buktikan dengan mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas. Dari usahanya ini ia membantu banyak penduduk yang berada di sekitar pabrik dengan memberi pekerjaan dengan upah yang sangat layak. Bahkan ekonomi kreatif pun tumbuh di sekitar wilayah perusahannya. Seperti laundry, fotocopy, cuci motor, mobil, dan karpet, counter pulsa, dealer motor, dan toko-toko kelontong.

Pengusaha Chandra Ekajaya memberikan nasehat dan saran kepada para calon pengusaha. Ia mengatakan bahwa bila ingin menjadi seorang pengusaha yang sukses, maka para calon pengusaha harus belajar dari bawah alias dari nol. Sehingga mereka dapat belajar secara mandiri, serta tangguh menghadapi berbagai keadaan. Karena semakin tinggi pohon, maka angin yang menerpanya akan semakin besar. Prinsipnya sangat sederhana, yakni belajar dari pengalaman. Dalam khasanah Jawa disebut dengan ngelmu iku kalakone kanthi laku, sedangkan dalam pendidikan barat disebut dengan learning by doing. Manusia secara alamiah akan belajar dari hal-hal yang telah dialaminya. Mereka akan melakukan evaluasi, kemudian melakukan yang lebih baik lagi esok harinya. Pria yang belum genap berusia 30 tahun ini tidak pernah bercanda dalam memberikan nasehat. Sebab ia melakukan apa yang ia sarankan beberapa puluh tahun yang lalu. Ia mengawali usahanya dari hal yang paling sederhana, yaitu sebagai penjual bensin eceran. Saat itu ia hanya mempunyai modal seadanya dan tanpa koneksi.

Dok.Chandra Ekajaya

Pada awalnya pengusaha ini berpikir bagaimana caranya supaya mendapatkan pemasukan yang besar dengan menjual bensin, baik pertamax, premium, ataupun pertalite. Akhirnya pemuda ini pun mulai berpikir untuk menjadi agen. Karena dengan menjadi agen maka pendapatannya selama sebulan ketika menjadi penjual bensin eceran, bisa didapatkannya hanya dalam waktu 3-5 hari. Bermula dari hal itulah ia mulai mendapatkan ide untuk menambah luas usahanya. Ia pun mulai belajar mengenai dunia perbankan, supaya dapat menambah modal, sehingga usai meluaskan usah agennya tersebut ia bisa mendirikan sebuah pom bensin. Dengan mengurus berbagai izin, berkali-kali harus bolak-balik ke kantor perizinan, dan tanpa kenal lelah. Akhirnya Chandra Ekajaya mampu memperoleh izin untuk mendirikan pom bensin. Beruntung ia mendapatkan tanah lapang yang sangat strategis, karena sering dilalui oleh kendaraan. Dari pendirian pom bensin itulah ia mendapatkan koneksi dan relasi di bidang minyak dan gas. Mulailah ia membuat cabang pom bensin di berbagai wilayah di Indonesia.

Setelah mempunyai banyak pom bensin, kemudian Chandra Ekajaya mendirikan sebuah perusahaan yang memang fokus di sektor minyak dan gas. Tantangan dan zaman memang sudah berubah, tetapi setidaknya generasi muda bisa mencontoh semangat dan perjuangannya. Tidak mungkin anak muda zaman sekarang mau tinggal di gubuk. Maka dari itu ia berani berkata bahwa sukses itu bukan merupakan keturunan ataupun warisan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *