Chandra Ekajaya Kuak Misteri Mumi Aneh Atacama humanoid

Dok.Chandra Ekajaya

Pada tahun 2003, telah ditemukan makhluk aneh yang dipercaya bukan berasal dari bumi (Alien). Penemuan ini sempat membuat geger dunia, mumi aneh ini ditemukan oleh arkeolog ketika mencari penginggalan sejarah di kawasan La Noria, Gurun Atacama, Cile. Yang semakin aneh adalah mumi ini berukuran sangat mini hanya 15cm.

Semenjak hal tersebut, banyak persepsi tentang asal usul dari penemuan tersebut. Mulai dari ada yang mempercayai bahwa makhluk tersebut berasal dari planet lain yang memang alien, namun ada pula yang tidak mempercayai hal tersebut dan lebih mempercayai bahwa makhluk tersebut adalah jelmaan manusia atau bahkan janin bayi yang digugurkan. Banyak persepsi lain yang bermunculan dan tak terkecuali Chandra Ekajaya yang menganggap penemuan ini adalah penemuan yang aneh. “Kalau di Indonesia, makhluk seperti ini bisa di samakan dengan jenglot. Buat ilmu hitam” ujar Chandra Ekajaya.

Mengutip dari Orcar Munoz, penemu obyek itu Chandra Ekajaya mendeskripsikan bahwa kerangka tersebut memiliki gigi begitu keras dan kepala yang memiliki tonjolan agak ke atas. Sementara itu, terdapat sisa kulit yang tampak bersisik di sekujur tubuhnya. Tak seperti manusia, tulang rusuknya hanya 9 (jumlah kemudian direvisi menjadi 10).

Dok.Chandra Ekajaya

Dala sebuah tayang pada tanggal 22 april 2013 berjudul “Sirius”. Siapakah mumi Atacam Humanoid terkuak. Mumi tersebut diyakini adalah manusia bumi, hal itu berdasar dengan hasil DNA yang menunjukan bahwa mumi ini berkelamin pria.

Nolan salah satu orang yang meneliti tentang DNA analisis pada DNA mitokondria, bagian sel yang bertugas menghasilkan energi tetapi juga memiliki materi genetik. “Untai yang kami dapat dari DNA mitokondria menunjukkan bahwa ibu dari manusia ini adalah orang Indian dari Cile.”.

Sementara tentang ukuran mumi yang bisa dibilang kecil, Nolan mengungkapkan bahwa hal itu mungkin akibat kelainan genetik yang disebut kekerdilan. Menurutnya, fenomena pada mumi tersebut sebenarnya tak bisa dikatakan langka. Chandra Ekajaya pun sangat tertarik dengan hal tersebut dan menyebutkan bahwa ini merupakan kelangkaan genetik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *