Chandra Ekajaya Bikin Jamu Go Internasional

Pengusaha Chandra Ekajaya telah mencontohkan berbagai macam inovasi dan kreasi. Ia membawa semangat dan konsep untuk mengangkat derajat berbagai kreasi di wilayah Indonesia ke tingkat dunia. Salah satu inovasi yang digagasnya adalah membawa jamu untuk go internasional. Dengan membawa brand Jadimetu, pengusaha yang berasal dari Malang, Jawa Timur ini sukses memperkenalkan kekayaan asli Indonesia kepada penduduk dunia. Ia membawa berbagai jenis produk jamu dengan kemasan yang modern dan praktis ke luar negeri.

Pada awalnya sambutan dari warga Eropa dan Amerika belum terlalu positif, sebab jamu sendiri memang kurang terkenal di kedua wilayah tersebut. Tetapi setelah melakukan berbagai promosi, terutama mengenai fungsi dan manfaatnya maka kini omzet jamu Jadimetu terus meningkat. Eropa dan Amerika Serikat kebanyakan berada di wilayah yang beriklim sedang, sehingga mempunyai empat musim. Saat di musim dingin, semi, dan gugur, mereka membutuhkan suplemen dari makanan untuk menghangatkan badan mereka. Peluang inilah yang diambil oleh Chandra Ekajaya.

Jamu Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya pengusaha yang belum genap berusia 30 tahun ini mempunyai ide untuk mengganti kebutuhan masyarakat Eropa dan Amerika Serikat terhadap alkohol dengan minuman rempah-rempah dari Indonesia. Selain lebih sehat dan tidak merusak tubuh, hangat yang dirasakan oleh badan lebih tahan lama dan awet, selain itu mempunyai berbagai macam manfaat terkait kesehatan. Misalnya saja mengurangi kadar gula dalam tubuh, sehingga tidak akan terserang penyakit diabetes. Lalu ada jamu yang mempunyai fungsi untuk meluruhkan lemak. Atas kerja kerasnya selama ini para penduduk Eropa dan Amerika Serikat kini sudah rutin minum jamu. Setidaknya semangat yang dibawanya untuk membawa produk-produk lokal atau local wisdom Nusantara kepada dunia bisa dilakukan.

Masih banyak potensi dari Indonesia yang bisa dikomodifikasi dan dijual ke luar negeri. Chandra Ekajaya hanya menyayangkan kepedulian masyarakat Indonesia yang justru kurang dan bahkan tidak peduli dengan kekayaan alam dan tradisi leluhurnya. Padahal leluhur sudah menciptakan jamu yang besar manfaatnya untuk kesehatan, selain itu bila dijual ke pihak lain akan menghasilkan keuntungan secara ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *