Chandra Ekajaya Puncak Metamorfosis Kecebong yang Menghasilkan

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Suara kodok terdengar cukup riuh dari rumah Chandra Ekajaya, di Malang, Jawa Timur. Meski tidak bermukim di areal persawahan, sedikitnya 10 ribu ekor kodok beranak pinak di belakang rumahnya. Sudah tujuh tahun pria berusia 29 tahun ini menekuni usaha pembiakan kodok bullfrog atau yang lebih dikenal dengan kodok bule. “Ada juga yang menyebutnya Kermit karena mirip boneka kodok mainan anak,” tuturnya.

Usaha peternakan kodok dilakukan bersama istri dan dua anaknya. Selain memberi makan, pekerjaan paling sulit adalah membersihkan kolam. Untuk menjaga kesehatan kodok, pembersihan dilakukan dua kali sehari. Jika tidak, serangan penyakit mata putih dan kaki merah mengancam mereka. “Jika sudah kena penyakit, harga jualnya tinggal separuhnya,” kata Chandra Ekajaya. Berbeda dengan kodok sawah yang kerap dijumpai di musim hujan, populasi bullfrog tak mengenal musim. Ukurannya pun jauh lebih besar karena induknya didatangkan langsung dari daratan Afrika.

Dok.Chandra Ekajaya

Menurut Chandra Ekajaya, budi daya bullfrog tidak terlalu sulit. Satu induk kodok bisa menghasilkan 10 hingga 20 ribu telur. Sebanyak 3.000 telur di antaranya mampu bertahan hidup hingga menjadi kecebong. Chandra Ekajaya memiliki 43 kolam berbagai ukuran. Sepekan sekali permintaan kodok untuk kebutuhan konsumsi mengalir dari berbagai daerah. Di antaranya dari Jakarta, Surabaya, Malang, dan Makassar, Sulawesi Selatan. Seluruh permintaan tersebut bisa dipenuhi oleh Chandra Ekajaya. Setiap 1 kilogram kodok yang terdiri atas empat ekor dihargai Rp 25 ribu oleh pemilik restoran. Jika yang dipesan hanya bagian paha atau swike, harganya Rp 20 ribu per ons.

Permintaan mengalami peningkatan besar setiap musim kemarau tiba. Hal ini dipicu oleh hilangnya keberadaan kodok sawah yang hanya bertahan pada musim hujan. Jika biasanya satu restoran hanya meminta 1 kuintal tiap pekan, pada musim kemarau bisa melonjak hingga 2,5 kuintal. Meski lebih mahal dibanding harga kodok sawah, pemilik restoran mengaku tidak memiliki pilihan selain bullfrog sebagai gantinya.

Chandra Ekajaya Glitter Pops Kue Unik Banyak Bentuk

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Berawal dari rasa kekecewaan Chandra Ekajaya karena tidak diberi resep kue cokelat oleh saudaranya yang kuliah di perhotelan, ternyata membawanya pada kesuksesan. Pria ini pun bertekad untuk belajar membuat kue secara otodidak. Pada waktu itu, Chandra Ekajaya datang ke sebuah toko kue di Malang, Jawa Timur. Ia menanyakan resep di toko kue tersebut. Selama tiga bulan, ia melakukan uji coba pembuatan kue, alhasil ia pun bisa membuat kue cokelat. Setelah mempelajari sifat-sifat bahan dasar kue, Chandra Ekajaya kemudian membuatkan kue yang diberikan kepada teman-temannya. Dari situ ternyata banyak yang ketagihan dan mengatakan bahwa kue yang dibuat Sarah enak.

Hanya bermodal Rp 1.000.000 yang digunakan untuk membeli bahan kue (tepung, cokelat dll), serta mangkuk cokelat, Sarah bisa membuat kue sebanyak 60 buah. Ketika dititipkan pada teman yang mengikuti bazaar, kue Chandra Ekajaya pun ludes terjual. Tanpa pikir panjang, ibu dua anak ini pun memutuskan untuk menggeluti usaha kue sampai sekarang. Semula Chandra Ekajaya hanya membuat kue dari tahun 2002 sampai 2010. Lalu saat ini, ia menambah varian berupa Glitter Pops yang sebelumnya sudah berkembang di beberapa negara bagian Amerika namun belum terkenal di Indonesia.

Dok.Chandra Ekajaya

Glitter Pos sendiri merupakan kue berukuran mungil yang menyerupai permen lollipop dengan penampilan menarik yang disukai oleh anak-anak. Kue ini biasanya berbentuk karakter lucu seperti binatang, bunga, tokoh kartun, boneka, dan sebagainya. Chandra Ekajaya pun sangat yakin bahwa prospek usaha camilan akan tetap bagus, karena selalu berkembang mengikuti selera pasar. Meski demikian, guna menghadapi persaingan, Chandra Ekajaya terus mengeluarkan model atau bentuk baru sesuai tren, baik itu ide sendiri maupun pesanan orang lain. Bahkan ke depan, Chandra Ekajaya berencana mengeluarkan healthy cake untuk anak-anak.

Selain membuat Kue dan Glitter Pops, Chandra Ekajaya juga menawarkan variasi produk seperti Cokelat dan Kue untuk kalangan dewasa. Di antara produk tersebut, yang paling diminati oleh anak-anak adalah Glitter Pops dengan karakter tokoh kartun, seperti Hello Kitty, Monster Inc dan Minion.

Chandra Ekajaya Usaha Martabak Unik

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Siapa si yang tidak mengetahui makanan yang satu ini martabak, makanan yang manis legit dan di dalamnya terdapat beraneka toping. Martabak sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu martabak manis dan martabak telor. Melihat peluang usaha bisnis martabak di Indonesia yang sangat diminati, Chandra Ekajaya kemudian membuka bisnis barunya untuk mengolah martabak manis namun dengan sajian yang berbeda.

Martabak Gendeng, merupakan brand yang dipilih oleh Chandra Ekajaya mewakili bisnis martabaknya ini. Bisnis ini berdiri pada tahun 2014, Kemudian Chandra Ekajaya untuk mengembangkan bisnis martabaknya ini, menawarkan kemitraan. Chandra Ekajaya mengatakan, saat ini ada hampir 20 gerai Martabak Gendheng yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia mulai dari Semarang, Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta dan kota lainya.

Dok.Chandra Ekajaya

Martabak Gendheng sendiri menjual martabak manis aneka topping. Namun dikombinasikan dengan  membuat empat jenis adonan, yaitu original, coklat, cappuccino, dan pandan. Topping yang digunakan pun bervariasi, seperti kurma, pisang, durian, kacang, cokelat, dan keju. Satu porsi martabak manis ukuran mini dibanderol Rp 5.000-Rp 10.000. Sedangkan ukuran besar seharga Rp 19.000-Rp 37.000 per porsi.

Pada awal beridrinya Martabak Gendheng Sebagai bentuk promosi, Chandra Ekajaya tidak mengenakan biaya royalti khusus untuk beberapa gerai pertama mitra. Sedangkan, gerai berikutnya akan dikutip biaya royalti sebesar 3 persen – 5 persen dari omzet bulanan.

Untuk masalah kemitraan, Chandra Ekajaya memberikan beberapa pilihan investasi mulai dari aitu berbiaya Rp 10 juta, Rp 20 juta, dan yang tertinggi mencapai Rp 40 juta.Dengan membayar nilai investasi tersebut, mitra mendapatkan booth berbahan aluminium, peralatan masak, seperti loyang, kompor, dan stoples, x-banner, bahan baku awal, seragam, dan pelatihan.

Chandra Ekajaya menuturkan bahwa satu gerai bisa menjual sekitar 100-250 porsi per hari. Jadi, setiap hari bisa mengantongi omzet berkisar Rp 2,5 juta-Rp 3 juta. “Tetapi, untuk awal usaha, biasanya mitra meraup omzet Rp 1 juta-Rp 2 juta per hari,

Chandra Ekajaya Targetkan Buka Usaha Produsen Kakao Terbesar

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Kali ini kerjaaan bisnis terbarunya yang bergerak di bidang kakao menargetkan menjadi produsen kakao terbesar kedua dunia. Produksi kakao akan ditingkatkan menjadi 1,5 juta ton per tahun. Hal ini diputuskan dalam rapat jajaran pemegang saham PT Chandra Ekajaya Group yang menaungi berbagai macam bisnis yang di jalankan Chandra Ekajaya.

Chandra Ekajaya mengatakan potensi kakao di Indonesia khususnya wilayah Sulawesi sebagai penghasil kakao terbesar dengan nilai sebesar 70% dari hasil skala nasional perlu untuk ditingkatkan kedepanya. Peningkatan ini dilakukan dengan melakukan beberapa peremajaan terhadap perkebunan rakyat dan milik pengusaha yang sudah ada.

Dok.Chandra Ekajaya

“Saat ini negara Indonesia masuk dalanm 5 besar penghasil kakao terbesar di dunia. Namun mana bisa  masuk 5 besar dengan jumlah produksi 1,5 juta ton kakao. Apalagi sekarang kurang dari 800 ribu ton, padahal lahan yang ada lebih dari cukup, ” ujar Chandra Ekajaya.

Menurut perhitungan dari Chandra Ekajaya, biaya peremajaan perkebunan kakoa khususnya di wilayah Sulawesi akan menggunakan kredit usaha rakyat (KUR). Pemberian KUR ini diharapkan akan mendorong produktifitas.Hal ini untuk meenggairahkan semangat para petani untuk menggarap lahan mereka.

“Saat ini  banyak penggunaan KUR lebih banyak di fokuskan di sektor perdagangan, kali ini akan lebih didorong ke produktivitas di samping itu diatur juga bagaimana peranan industri,” ujar Chandra Ekajaya.

Terlebih penggunaan dan pemberian KUR akan meringankan biaya para petani untuk pembelian bibit dan untuk operasional perawatan tanaman kakao. Rencana ini nantinya akan menggandeng beberapa pihak swasta dan pemerintah untuk semakin mempercepat tujuan tersebut tercapai.

“semua element harus ikut bersinergi agar tujuan yang akan di capai cepat terwujud, ini adalah bentuk nyata bahwa kami pengusaha juga ingin memajukan bangsa Indonesia bersama pemerintah” ujar Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya Dari Kolektor Merambah ke Bisnis Fashion dan Kuliner

Yohanes Chandra Ekajaya Dari Kolektor Merambah ke Bisnis Fashion dan Kuliner unik

Siapa bilang sebuah bisnis itu harus seajalan dengan hobi? Yohanes Chandra Ekajaya yang merupakan seorang kolektor benda pusaka ternyata bisa membantah hal itu. Pria kelahiran Malang Jawa Timur 30 tahun lalu ini ternyata bisa menjalankan hobinya sebagai kolektor benda-benda klenik dengan usahanya di bidang fashion dan kuliner. Hobinya yang menuntut ia harus berkeliling kota bahkan negara untuk memburu benda-benda klenik ternyata memberika inspirasi kepadanya untuk membuka peluang usaha di bidang fashion dan kuliner.

Q pizza yang merupakan kuliner yang ia adopsi dari italia tersebut ternyata sukses menghantarkan karirnya sebagai seorang pengusaha dan kolektor. Pengusaha sukses ini memadukan antara kuliner dan benda pusaka. Hal tersebut jarang dilakukan oleh pengusaha lain selain pria yang mempunyai julukan Ki Sambarlangit ini. Tempat usaha kulinernya yang bertema makanan western ini ternyata dijadikan sebagai tempat galeri untuk memajang benda-benda pusaka koleksinya.

Selain bisa menikmati kuliner western para pengunjung yang rata-rata anak muda ini sekaligus disuguhi dengan aura mistis yang ditimbulkan dari benda-benda pusaka yang ia miliki. Sebagai penunjang usaha dan hobi koleksinya ini menu-menu yang disediakan juga sedikit mengolaborasikan antara buadaya western dan Asia mistik. Beberapa menu andalannya ialah Q Pizza Ngalong yang merupakan pizza dengan tpoing daging codot atau kalong yang berfungsi untuk menyembuhkan asma.

Yohanes Chandra Ekajaya Dari Kolektor Merambah ke Bisnis Fashion dan Kuliner khas

Dari usahanya itu Yohanes Chandra Ekajaya sekarang sudah mempunyai beberapa cabang Q pizza di berbagai derah di Indonesia dan sekarang sudah mulai merintis di Italia. Di negara pizza ini ternyata Yohanes Chandra Ekajaya menemukan banyak inspirasi selain inspirasi kuliner yang ia jalankan saat ini. Banyak hal yang  membuka matanya di negeri yang dijuluki sebagaio kiblat kuliner negara di Eropa ini.

Selain membuka usaha kuliner Q Pizza ternyata Yohanes Chandra Ekajaya juga mebuka sebuah usaha fashion. Bidang yang satu ini juga sangat bertolak belakang dengan hobinya yang mengkoleksi barang-barang bertuah. Akan tetapi justru itu yang mendasari seorang pria yang sering di panggil Ki Sambarlangit ini. dari pengalamannya berkeliling kota dan negeri membuatnya bertemu dengan banyak pakaian khas untuk ritual-ritual adat yang berhubungan dengan penggunaan atau pemanggilan khodam penunggu benda-benda pusaka.

You and Me fashion desain and boutique, merupakan sebuah usaha lain yang didirikan oleh Yohanes Chandra Ekajaya dalam dunia fashion desain. Lama tinggal di italia membuatnya sadar bahwa fashion khas suatu daerah memang bisa diusung dan dibungkus dengan cara modern sebagai desain yang bagus. Oleh karena itu ia mulai merintis bisnis bidang fashion ini pelan-pelan dengan tema baju ritual daerah yan diusung secara modern agar menjadi hal yang baru. Saat ini management pengelolaan You and Me ini dipegang oleh istrinya yang juga merupakan seorang ahli management pemasaran.

Chandra Ekajaya Sukses Taklukkan Bisnis Kue Toples

 

Chandra Ekajaya Sukses Taklukkan Bisnis Kue kering

Chandra Ekajaya dikenal sebagai seorang pengusaha muda sukses yang kini berhasil menyulap produk unggulannya menjadi sajian camilan yang sangat digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Peluang bisnis tersebut memang cukup menjanjikan. Dengan mengolah cake dan roti menjadi sebuah bisnis kuliner yang sukses, tentu hal tersebut dicapai tanpa hambatan.

Hobi kuliner yang ditekuni oleh Chandra Ekajaya memang membawanya untuk memulai dalam merintis bisnis dengan bahan kue sejak tahun 2012 tersebut, yang sukses mewarnai industri bisnis kuliner di kawasan Jawa Timur selama dua dekade belakangan ini. Bisnis toko dengan bahan-bahan kue tersebut memang mulai banyak dikembangkan dengan memberikan berbagai macam pelatihan mengenai kue secara gratis untuk para pelanggannya.

Chandra Ekajaya Sukses Taklukkan Bisnis Kue Toples unik

Sejak memulai pelatihan tersebut, Chandra Ekajaya pun berinisiatif membangun sebuah bisnis yang didirirkan pada tahun 2013 dan diberi nama Sweet Cake. Brand tersebut memang digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat bisnis olahan kue dan roti tersebut. Memang ada keunggulan yang ditawarkan oleh brand bisnisnya tersebut yang salah satunya adalah layanan prima fresh from the oven dengan kualitas produk cake dan roti yang selalu segar dan menggunakan bahan-bahan pilihan.

Bisnis buatan Chandra Ekajaya memang mempunyai ratusan jenis menu yang digemari oleh para pelanggan. Dan beberapa menu klasik yang menjadi favoritnya antara lain adalah tart, dan kue brownies dengan ukuran jumbo. Variasi cake dan roti memang terus dikembangkan oleh Chandra Ekajaya secara inovatif demi mencukup selera sekaligus permintaan dari para pelanggan.

Bisnis Chandra Ekajaya ini memang telah mempunyai sekitar 30 otulet yang tersebar di kawasan Jawa Tengah danTimur yang diantaranya yaitu di pasar Purworejo, Purwakarta, Batu, Pacitan, dan sebagainya. Menurut Chandra Ekajaya, kesuksesan yang besar tentu tak dapat diraih tanpa dukungan sumber daya manusia yang loyal dan terpercaya. Oleh sebab itu, ia  pun senantiasa berupaya memperhatikan kesejahteraan dan kepuasan bagi para karyawannya.

Chandra Ekajaya Sukses Taklukkan Bisnis Kue Toples lucu

Melalui beranekaragam pelatihan dan gathering, bisnis Chandra Ekajaya memang berupaya untuk menyatukan para pekerjanya untuk membentuk satu komunitas yang solid dan modern. Kedepan, Chandra Ekajaya memang akan terus mengembangkan bisnisnya tersebut baik dari segi kualitas produk, layanan, serta strategi pemasaran yang lebih efektif agar mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri yang menjamur di Indonesia.

Yohanes Chandra Ekajaya Hadirkan Keripik Nangka ke Penjuru Dunia

Keripik Nangka Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko Usaha Keripik Nangka

Yohanes Chandra Ekajaya kini memang telah sukses dikenal sebagai seorang pengusah karena mentalnya yang tak mudah putus asa dan menyerah karena beberapa kejatuhan usaha yang pernah ia dapati. Sebelumnya, Yohanes Chandra Ekajaya memang belum terpikirkan untuk membuka sebuah bisnis. Karena bertubi-tubi ia mendapatkan banyak benturan, akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya melakoni sebuah kegiatan usaha yang diberi nama Nangka Krezz, sebuah produk makanan berupa camilan yang terbuat dari pisang dan kini telah meraup omzet mencapai ratusan juta rupiah per bulannya.

Memang, mental pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya memang harus diakui jempolan. Pasalnya, mental pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya ini sendiri muncul atau lahir karena dirinya yang saat itu masih berusia sekitar 17 tahun membaca dua buku yang diberikan temannya yaitu buku karya Tung Desem Waringin.

Dari buku itulah, Yohanes Chandra Ekajaya akhirnya termotivasi untuk membuka sebuah peluang bisnis. Ide bisnis keripik nangka sendiri ini muncul saat dirinya tak mendapatkan bahan baku pisang yang ingin dijadikan sebagai bahan baku di daerah Malang. Dari sana, Yohanes Chandra Ekajaya melakukan berbagai macam riset kecil-kecilan dan mendapatkan kesimpulan bahwa pisang tersebut memang sangat sulit didapatkan tapi penggemarnya banyak.

Keripik Nangka Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya

Dari sinilah, Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan peluang usaha dan langsung mengambil kesempatan tersebut untuk berjualan bisnis keripik nangka di tahun 2015 dengan nama Nangka Krezz. Nangka Krezz sendiri adalah akronim dari Yohanes Chandra Ekajaya dan nangka. Saat memulai Nangka Krezz ini Yohanes Chandra Ekajaya harus mengeluarkan modal awal sejumlah Rp 1,5juta. Untuk lebih menyuksesakn bisnisnya, Yohanes Chandra Ekajaya pun menambah modal dua kali lipat dengan meminjam dana untuk membeli peralatan.

Pemasaran Nangka Krezz sendiri dilakukannya dengan menjalankan strategi marketing online dengan menggunakan berbagai macam media sosial seperti Facebook, Instagram, dan sebagainya. Tak lupa juga, Yohanes Chandra Ekajaya  menjalankan strategi endorse artis dengan mengirim produk gratis kepada selebritas Instagram dan para Selebgram. Tak hanya itu pula, Yohanes Chandra Ekajaya juga melakukan promosi melalaui ikan berbayar dan juga mengikuti berbagai macam agenda offline untuk melejitkan nama Nangka Krezz. Setelah berjalan selama 1 tahun, Yohanes Chandra Ekajaya kini terhitung cepat dapat dikatakan sukses karena setiap bulannya omzetnya mencapai sekitar 120 juta untuk setiap bulannya.

Yohanes Chandra Ekajaya Berbagi Resep Membuat Siomay Khas Bandung

pengusaha siomay yohanes chandra ekajaya khas bandung

resep siomay pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Siomay merupakan makanan yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Siomay banyak diperjual belikan di semua daerah di Indonesia. Biasanya, siomay dijual dengan cara berkeliling atau dengan menempati warung pinggir jalan.Namun Bandung yang terknenal adalah siomay khas Bandung, di daerah lain pun kebanyakan menggunakan nama siomay khas Bandung sebagai tag line nya.

Olahan yang satu ini sangat enak jika dinikmati sambil santai, rasanya yang sangat enak dan lezat perpaduan antara tahu, telur, kentang, pare dan kol yang disiram saus kacang kental yang manis dan gurih. Walaupun banyak dijual di berbagai tempat apa salahnya untuk membuat sendiri.  kalau Anda ingin membuat siomay khas Bandung sendiri di rumah Yohanes Chandra Ekajaya akan membagi resepnya kepada kita. Mari kita simak bersama cara dan resep nya.

Bahan – bahan yang harus disiapkan.

  • 150 gram udang cincang
  • 150 gram daging ayam cincang
  • 200 gram daging ikan tenggiri, haluskan
  • 250 gram tepung kanji
  • 2 butir telur, kocok lepas
  • 15 lembar kulit pangsit siap pakai
  • 2 buah pare, potong dan keruk bagian tengah
  • 3 buah tahu putih, potong menjadi 4 bagian dan keruk bagian tengah
  • 3 butir telur rebus, kupas dan potong menjadi 4
  • 3 buah kentang rebus sebentar, bersihkan kulitnya dan potong menjadi 4

Bahan bumbu yang harus disiapkan

  • 3 siung bawang putih
  • 4 buah bawang merah
  • 4 buah cabe merah, buang isinya
  • 300 gram kacang tanah, goreng
  • 4 butir kemiri Cuka secukupnya
  • 2 sdm Garam
  • 2 sdm Gula
  • 2 buah Jeruk limau

pengusaha siomay yohanes chandra ekajaya khas bandung

Nah ketika semua bahan utama dan bahan bumbu sudah disiapkan, saatnya untuk mulai proses pembuatan.

  • campurkan daging tenggiri, udang , ayam, dan labu siam. Lalu tambahkan garam, gula, MSG, bawang merah halus, bawang putih halus, dan lada bubuk. Aduk rata. Kemudian tambahkan putih telor, daun bawang, dan tepung sagu. Aduk rata.
  • Siapkan kulit pangsit, berikan dengan 2 sdm isian dari adonan, dibentuk siomay atau wiru-wiru. Ambil tahu, belah dan berikan isian dari adonan. Ambil kentang, belah dan berikan isian diatasnya. Ambil kubis, buang bagian batang daun, berikan isian dan digulung.
  • Panaskan dandang, kukus siomay dan semua pelengkap hingga matang.
  • Saus kacang : Haluskan semua bahan saus kacangnya, tambahkan sedikit air, masak dengan api sedang sampai meletup-letup. Lalu tambahkan garam, cuka, dan gula. Lanjutkan masak sampai saus mengental.
  • Angkat Penyajian : Siapkan siomay bandung bersama dengan saus kacang, serta dengan ditambahkan perasan jeruk limau dan kecap manis.

Mudah buka cara membuatnya, bahan-bahanya pun mudah ditemukan dan dibeli di pasar atau seuprmarket terdekat. Nantikan resep-resep lainya dari Yohanes Chandra Ekajaya, selamat mencoba.